64 Orang di Agam Terjangkit DBD Sejak Januari 2020

64 Orang di Agam Terjangkit DBD Sejak Januari 2020 Ilustrasi - Pengasapan. Dok. Covesia

Covesia.com - Jumlah Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Agam, sejak Januari 2020 cukup tinggi. Selama 5 bulan terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak 64 kasus terjadi di daerahnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Agam, Tri Pipo mengatakan, 64 kasus tersebut tersebar di 10 dari 23 Puskesmas yang ada yaitunya di Puskesmas Tiku sebanyak 14 kasus, Puskesmas Pasar Ahad satu kasus, Puskesmas Matur dua kasus, Puskesmas Padang Lua 13 kasus.

Selain itu Puskesmas Sungaipua sebanyak tiga kasus, Puskesmas Biaro 11 kasus, Puskesmas Lasi delapan kasus, Puskesmas Baso enam kasus, Puskesmas Pakan Kamih dua kasus dan terakhir Puskesmas Koto Alam empat kasus.

"Alhamdulillah dari 64 kasus tidak ada yang meninggal dunia," ujarnya kepada Covesia.com, Selasa (6/7/2020).

Dijelaskan Tri Pipi, kasus DBD banyak terjadi di daerah yang berada di dekat pasar tradisional hal itu disebabkan lokasi pasar berpotensi besar untuk perkembang biakan nyamuk aedes aegypti.

Guna meminimalisasi kasus DBD, Dinas Kesehatan sudah mengerahkan sebanyak 100 petugas untuk memeriksa jentik nyamuk di rumah warga yang dilaporkan terkena penyakit DBD.

"Dalam kerjanya, satu petugas akan memeriksa 10 rumah setiap hari selama satu minggu, di Pemeriksaan jentik nyamuk dilakukan di seluruh bagian dan lingkungan rumah tidak hanya itu pemeriksaan juga dilakukan di  sekolah, sarana ibadah dan kantor pemerintahan," katanya.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga akan melakukan sosialisasi tentang pencegahan DBD serta membiasakan hidup sehat.

Pihaknya menghimbau jika ada gejala segera laporkan dan bawa ke Puskesmas terdekat laporkan bisa di lakukan penanganan medis dan antisipasi penyebaran. "Segera laporkan, agar penularan bisa dicegah" tegasnya.

(jhn/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga