Gelombang Laut Tinggi, Nelayan di Agam Tidak Melaut

Gelombang Laut Tinggi Nelayan di Agam Tidak Melaut Kapal Nelayan di kawasan Tiku, Tanjung Mutiara yang bersandar (Foto: Johan)

Covesia.com - Cuaca buruk yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari terakhir menyurutkan sebagian besar nelayan di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, untuk tidak melaut.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Agam, Arman mengatakan, dua hari terakhir kecepatan angin di sekitar laut Tiku berkisar antara 8 knot sampai 14 knot, sesuai informasi yang diterima, hari ini kecepatan tersebut meningkat  menjadi 14 knot sampai 20 knot.

"Kecepatan perkisaran angin ini memicu gelombang besar dan cukup membahayakan nelayan kapal kecil," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Rabu (8/7/2020).

Dilanjutkan Arman, selain itu tingginya curah hujan juga bisa menjadi pemicu badai di lautan yang membuat ikan-ikan enggan mendekati umpan. "Di Tanjung Mutiara ini kan kebanyakan nelayan pancing, jadi kalo gelombang besar ikan tidak mau mendekati umpan," lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut para nelayan lebih memilih untuk menambangkan kapal-kapal hingga kondisi cuaca reda.

Meski demikian kata Arman lagi, kondisi cuaca yang cukup ekstrim, sebagian nelayan masih tetap nekad mencari ikan namun tidak terlalu jauh ketengah lautan. "Jika gelombang atau badai nelayan yang melaut bisa segera bersandar ke pulau tangah," terangnya.

Tingginya kecepatan Angin beberpa hari terakhir ini dibenarkan olah Kepala Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto, jika cuaca ekstrim, hasil tangkapan ikan akan berkurang jauh. "Untuk sementara waktu kita himbau dulu jangan melaut, namun jika tetap bersikukuh mencari ikan, kami tekankan untuk tidak jauh dari bibir pantai," imbaunya.

(jhn)


Berita Terkait

Baca Juga