Temukan Indikasi Pemalsuan SKD Pendaftaran PPDB, Orang Tua Calon Peserta Didik Ancam Lapor Polisi

Temukan Indikasi Pemalsuan SKD Pendaftaran PPDB Orang Tua Calon Peserta Didik Ancam Lapor Polisi Keterangan Foto: Puluhan orang tua calon peserta didik mendatangi Disdik Sumbar, Jumat (10/7/2020). Mereka meminta hasil seleksi PPDB Sumbar jalur zonasi tahap 1 untuk dibatalkan, sebab ada indikasi pemalsuan Surat Keterangan Domisili. (F/Fakhruddin)

Covesia.com - Puluhan orang tua calon peserta didik mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (10/7/2020).

Mereka meminta hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK jalur zonasi tahap 1 untuk dibatalkan.

Salah seorang perwakilan masyarakat, Rio Agusti (45), mengatakan ada indikasi pemalsuan Surat Keterangan Domisili dalam pendaftaran PPDB daring jenjang SMA/SMK tersebut. 

"Sebab hasil zonasi yang keluar tadi malam, itu banyak pemalsuan yang kita lihat. Ada pemalsuan Surat Keterangan Domisili," ujarnya kepada Covesia di Disdik Sumbar.

Berdasarkan temuan mereka, setidaknya 30 indikasi pemalsuan Surat Keterangan Domisili. 

"Ada 30 indikasi pemalsuan Surat Keterangan Domisili. Yang kita pastikan baru SMA 10, SMA 12, SMA 1, dan SMA 9 Padang. Surat Keterangan Domisili palsu semua," jelasnya.

Oleh karena itu, Rio sebagai perwakilan masyarakat meminta Disdik Sumbar untuk membentuk suatu tim untuk menindaklanjuti temuan mereka tersebut. 

Jika tidak, dirinya bersama masyarakat lainnya mengancam untuk mengadakan demo besar-besaran. 

Bahkan, dirinya berencana untuk melaporkan indikasi pemalsuan Surat Keterangan Domisili tersebut ke kepolisian.

"Rencana kami akan melapor ke polisi besok. Kita kumpulkan data dulu dari masyarakat, akan laporkan pidana nantinya. Siap-siaplah RT, RW, Lurah, Camat berhadapan dengan kami," tegasnya.

Lebih lanjut, mereka meminta sistem zonasi untuk dibatalkan.

(fkh)

Berita Terkait

Baca Juga