Ini Tanggapan Kapolsek Kuranji atas Somasi yang Dilayangkan LBH Padang

Ini Tanggapan Kapolsek Kuranji atas Somasi yang Dilayangkan LBH Padang Ilustrasi

Covesia.com - Kapolsek Kuranji Kompol Armijon membenarkan pihaknya telah menerima somasi dari LBH Padang. Dirinya berjanji akan menindaklanjuti somasi tersebut dengan mengirimkan surat balasan.

"Sesuai dengan perintah pimpinan, dalam hal ini Bapak Kapolres, kita akan tindaklanjuti surat (somasi) ini," ujarnya saat dihubungi Covesia via telepon, Jumat (10/7/2020).

LBH Padang melakukan somasi terhadap Kapolsek Kuranji karena diduga menghalangi tugas advokat yang sedang menangani kasus anak yang berhadapan dengan hukum dan menjadi tahanan titipan di Polsek Kuranji. 

Armijon membantah Polsek Kuranji telah menghalangi tugas advokat tersebut. Polsek Kuranji, menurut dia, telah bekerja sesuai standar operasional prosedur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari personil Polsek Kuranji, kata dia, kunjungan dilakukan sekitar 18.15 WIB. Hal tersebut tentu di luar jam besuk yang telah ditetapkan, yakni mulai pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB.

"Dan, ketika kita minta surat kejaksaan apakah dia betul-betul pengacara dari terdakwa, pada waktu itu dia tidak bisa menunjukkan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Armijon menjelaskan terdakwa bukan tahanan Polsek Kuranji, tetapi titipan dari kejaksaan. Yang bersangkutan ditahan di Polsek tersebut mulai Senin (22/6/2020) hingga Senin (6/7/2020). Saat ini, tahanan titipan kejaksaan tersebut tidak berada di Polsek Kuranji.

"Berbicara tentang terdakwa, itu bukan tahanan Polsek lagi, tapi titipan dari kejaksaan. Kalau kejaksaan menitipkan ke sini, tentu kita berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanannya,"  terang Armijon.

Sebelumnya diberitakan LBH Padang melakukan somasi terhadap Kapolsek Kuranji karena diduga melakukan pelecehan dan penghalangan tugas profesi advokat dan organisasi bantuan hukum. 

Dalam menjalankan profesi advokat dan bantuan hukum, kata dia, LBH telah dua kali datang ke Polsek Kuranji untuk menemui anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) guna kepentingan pembelaan hukum pada Kamis (25/6/2020) dan Kamis (2/7/2020). 

"Namun, ditolak oleh petugas yang pada waktu itu mengenakan seragam kepolisian tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," ujar Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra, dalam keterangan tertulis yang diterima Covesia.

Oleh karena itu, LBH mendesak Kapolsek Kuranji untuk meminta maaf secara tertulis atas tindakan pelecehan dan penghalangan tugas profesi advokat dan organisasi bantuan hukum terhadap LBH Padang.

LBH juga meminta Kapolsek Kuranji untuk melakukan proses penegakan hukum sanksi etik dan profesi terhadap petugas yang terlibat dalam penghalangan tugas profesi advokat dan organisasi bantuan hukum.

Selain itu, LBH juga meminta Kapolsek Kuranji untuk melakukan serangkaian upaya pengawasan yang efektif agar tindakan yang serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"LBH memberikan waktu empat belas hari sejak surat diterima untuk melaksanakan desakan yang kami ajukan di atas. Jika tidak, kami akan melakukan upaya hukum baik di pengadilan dan di luar pengadilan. Somasi ini diterima oleh Metrio S pada hari Kamis tanggal 9 Juli 2020 pukul 10.20 WIB," tegasnya.

(fkr)

Baca juga: Halangi Tugas Advokat, LBH Padang Somasi Kapolsek Kuranji

Berita Terkait

Baca Juga