Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Begal di Padang Pariaman Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Melawan Saat Ditangkap Pelaku Begal di Padang Pariaman Dilumpuhkan dengan Timah Panas Pelaku saat diamankan Tim Gagak Hitam Satreskrim Polres Padang Pariaman, Senin malam (13/7/2020)(Foto: dok.polres padang pariaman)

Covesia.com - Melawan saat akan ditangkap, seorang pelaku begal yang biasanya menjual sate, dilumpuhkan dengan timah panas oleh Tim Gagak Hitam Polres Padang Pariaman. 

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Padang Pariaman, AKBP Dian Nugraha HBWPS melalui Kasat Reskrimnya AKP Abdul Kadir Jailani.

"Kejadian penangkapan itu terjadi pada Senin (13/7/2020) sekitar pukul 22.30 WIB, di Banda Luruih, Aia Pacah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang," sebut Abdul kepada covesia pada Selasa (14/7/2020).

Lanjut Abdul, pelaku ditangkap pihaknya berdasarkan laporan polisi LP/22/VII/2020/Polsek, tanggal 10 Juli 2020, tentang pencurian dengan kekerasan atau begal, terhadap korbannya Dika Anatasya (18) merupakan seorang pelajar perempuan, yaitu warga Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. 

"Sedangkan pelaku begal yang diamankan itu merupakan seorang laki-laki dengan inisial nama ID (25), warga Banda Luruih Aia Pacah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Biasanya pelaku berjualan sate di daerah Berok Lapai, di kota tersebut," ungkapnya. 

Selain menangkap pelaku begal tersebut kata Abdul, pihaknya juga mengamankan EBM (34) merupakan warga Kota Padang dalam hal itu pembeli barang curian pelaku.

Abdul menyebutkan, kejadian pembegalan itu terjadi pada Jumat (10/7/2020) kemarin sekitar pukul 00.30 WIB, lokasinya di Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman. 

Kronologis kejadiannya, berawal pada Kamis (9/7/2020) sekitar pukul 22.30 WIB, sewaktu korban ditelpon pelaku minta diantar ke Jembatan Layang Ketaping, Padang Pariaman, menemui abangnya.

Saat itu disetujui oleh korban, selanjutnya dengan berboncengan sepeda motor beat nomor polisi BA 6853 OJ, pelaku dan korban menuju Ketaping. Tetapi setelah sampai di lokasi yang dituju, pelaku tidak berhenti dan terus menuju Pariaman dengan alasan abangnya berada di Pariaman. 

Sekitar pukul 00.30 WIB, pelaku dan korban sampai di Tandikek Utara. Saat itu pelaku berhenti di tepi jalan dan berjalan sekitar dua meter menjauh dari sepeda motor. Namun, korban tetap berada di atas sepeda motor dengan posisi membelakangi pelaku.

"Tiba-tiba saja dari arah belakang, pelaku menusuk punggung korban dengan pisau sebanyak tiga kali, sehingga korban terluka parah. Tapi saat itu korban tetap melakukan perlawanan dengan cara menangkis serangan pelaku," ungkap Abdul menceritakan kronologisnya. 

Setelah itu jelas Abdul, pelaku memukul tubuh korban bertubi-tubi, dan mencekik leher korban. Sehingga korban pingsan dan tidak sadarkan diri. Tapi pelaku menyangka korban sudah meninggal dunia, kemudian pergi meninggalkan korban.

Kemudian sekitar dua jam setelah kejadian korban sadar dan meminta bantuan ke warga setempat, dan di lihat barang-barang korban berupa satu unit sepeda motor, dua buah handphone dan uang sebanyak Rp. 350.000 sudah tidak ada lagi. 

Atas kejadian itu, korban dirugikan sekitar Rp12.850.000 dan melaporkan ke Polsek VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman.

Selanjutnya Tim Gagak Hitam, melakukan penyelidikan terhadap pelaku, dan diketahui keberadaan pelaku yaitu di rumah mertuanya di Banda Luruih Aia Pacah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

"Kamipun melakukan pengepungan di rumah mertua pelaku itu, dan berhasil mengamankannya. Meski sudah diamankan pelaku tetap berusaha melarikan diri, dan berhasil kabur tapi dengan sigap tim melakukan penembakan peringatan sebanyak dua kali, namun pelaku tetap berusaha kabur melarikan diri selanjutnya tim melakukan tindakan tegas terukur sebanyak dua kali sehingga berhasil melumpuhkan pelaku kemudian pelaku kembali diamankan," jelasnya. 

Abdul mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Padang Pariaman guna proses hukum lebih lanjut.

(per)                                                            


Berita Terkait

Baca Juga