Juru Bicara: Interpelasi Gubernur Sumbar Jangan Dijadikan Ketakutan

Juru Bicara Interpelasi Gubernur Sumbar Jangan Dijadikan Ketakutan Anggota Fraksi Demokrat di DPRD Sumbar, Nurnas

Covesia.com - Anggota Fraksi Demokrat di DPRD Sumbar, Nurnas yang juga juru bicara interpelasi Gubernur Sumbar mengatakan interpelasi jangan dijadikan sebuah ketakutan. 

"Apa yang dulu diragukan terbukti hari ini atas komitmen pengusung tidak ada niat melakukan pemakhzulan. Makanya berjalan lancar interpelasinya," ungkap Nurnas saat ditemui wartawan di kantor DPRD Sumbar, Rabu (5/8/2020).

Dikatakan Nurnas yang di interpelasi adalah BUMD dan aset. Karena dasar yang kita rekomendasikan sebelumnya dari 2009 rekomendasi terlalu lambat disikapi dan diselesaikan oleh pemda. 

BUMD yang diinterpelasi antaranya, PT Balairung yang didirikan untuk kantor mewakili kepala daerah di sumbar dirubah jadi hotel. "Namun di situ berkantor Bank Nagari dan Badan Pengusung yang membayar sewa. Sampai detik ini tidak ada deviden yang begitu berarti," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Nurnas beberapa rekomendasi DPRD, pertama, likuidasi PT Dinamika dan Andalas Tuah Sakato, juga Grafika.

Kedua, tidak menempatkan penempatan orang yang tepat.

Nurnas mengatakan jika pengelolaan daerah hanya mengandalkan pajak kendaraan itu hanya segitu saja.  BUMD dan aset  ini merupakan inovasi dari kepala daerah. "Makanya kita kembangkan aset ini," katanya. 

"Jadi, interpelasi ini kita hanya memberi pemikiran ke gubernur, dalam jangka 6 bulan diberi waktu. Itu yang kita tunggu tindak lanjutnya,"pungkasnya.

(lia/adi)

Berita Terkait

Baca Juga