Musyawarah Sengketa Pemilihan, KPU Sumbar Dinilai Langgar Protap Verifikasi Faktual

Musyawarah Sengketa Pemilihan KPU Sumbar Dinilai Langgar Protap Verifikasi Faktual Sidang sengketa pemilihan antara Tim Fakhrizal - Genius Umar dengan KPU Sumbar kembali dilanjutkan oleh Bawaslu Sumbar, Senin (10/8/2020)(Foto: Covesia/ Angga)

Covesia.com - Musyawarah Sengketa Pemilihan antara Tim Fakhrizal - Genius Umar dengan KPU Sumbar kembali dilanjutkan oleh Bawaslu Sumbar, Senin (10/8/2020). Pihak Fakhrizal - Genius Umar, diwakili Penasehat Hukum, Virza Benzani. Sedangkan KPU Sumbar diwakili oleh Komisioner bidang Hukum, Yanuk Sri Mulyani. 

Musyawarah yang dimulai pukul 14.00 WIB di kantor Bawaslu Sumbar, diawali dengan adanya perbaikan permohonan dari Tim Fakhrizal - Genius Umar. Perbaikan ini ada pada nama daerah yang dipersoalkan.

"Yang menjadi perbaikan bagi kami nama daerah karena sebelumnya ada salah penulisan. Awalnya tertulis Kabupaten Pasaman. Tapi seharusnya Kabupaten Pasaman Barat," kata Virza kepada Covesia.com usai musyawarah. 

Disebutkannya, persoalan di Kabupaten Pasaman Barat ini masih terkait protap Verifikasi Faktual dinagari pemekaran. Dimana KPU Sumbar melalui PPS hanya melakukan verifikasi Faktual kepada nagari induk, sedangkan nagari hasil pemekaran tidak dilakukan.

"Walaupun salah menulis, tapi pokok poin persoalannya tetap pada nagari pemekaran yabg tidak diverifikasi oleh PPS," sebut Virza.

Sepanjang Musyawarah, menurut Virza permohonan telah sesuai dengan yang diharapkan. Ia berharap Bawaslu Sumbar bisa menilai secara objektif, memeriksa dan memutuskan dengan adil dan apa yang dimohonkan mempunyai dasar hukum yang kuat. Apalagi tentang adanya pemekaran nagari di Padang Pariaman dan Pasaman Barat.

"Itu telah mereka akui, hanya melakukan verifikasi di nagari induk. Ini sebuah pertimbangan dasar bagi Bawaslu bahwa kami telah dirugikan KPU," terangnya.

Kemudian, terkait komunikasi antara PPS dengan Liaison Officer (LO) juga tidak terjalin. Hal ini disebutkan Virza bisa menjadi bahan pertimbangan lagi bagi Bawaslu untuk menyetujui seluruh permohonan Fakhrizal-Genius Umar.

"PPS tidak pernah memberitahu berapa orang yang tidak berhasil ditemui kepada LO. Kami siap menghadirkan saksi soal ini. Kalau perlu saksi-sakis dari seluruh Sumbar kami hadirkan ke Bawaslu," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Bidang Hukum, Yanuk Sri Mulyani menyebutkan pihaknya sudah memberikan seluruh jawaban permohonan Fakhrizal - Genius Umar. Namun, untuk di Pasaman Barat, karena ada perubahan dari Kabupaten Pasaman, perlu untuk merangkum kembali jawaban yang diminta oleh Pemohon (Fage-Red).

"Sudah kami jelaskan semua jawaban apa yang diminta pemohon. Kecuali yang di Pasaman Barat. Karena baru tadi saat musyawarah diperbaiki dari Kabupaten Pasaman. Perlu waktu untuk menyusun jawaban," katanya.

Terkait soal koordinasi, ia mengatakan KPU kabupaten kota telah melakukan koordinasi dengan LO bakal pasangan calon, termasuk di wilayah pemekaran nagari. Dalam pertemuan LO disepakati bahwa pendukung yang tidak ditemui disampaikan lewat WhatsApp.

"Kalau di Padang Pariaman LO nya hanya ada di tingkat kabupaten, tidak ada di tingkat nagari, tapi tetap sesuai kewajiban kita berkoordinasi dengan LO," katanya.

KPU Sumbar juga akan mendatangkan saksi-saki untuk menguatkan apa yang telah disampaikan. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Surya Efitrimen mengatakan musyawarah hari ini dengan agenda penyampaian permohonan oleh pemohon dan penyampaian jawaban oleh termohon ditunda. Musyawarah dilanjutkan besok pukul 10:00 WIB 

"Sidang hari ini ditunda, dilanjutkan besok untuk pembuktian dan saksi-saksi," katanya.

(agg) 

Berita Terkait

Baca Juga