Hasil Tes Swab Seorang Guru SMKN 1 Sutera-Pessel Negatif, Kegiatan Sekolah Kembali Dibuka

Hasil Tes Swab Seorang Guru SMKN 1 SuteraPessel Negatif Kegiatan Sekolah Kembali Dibuka SMKN 1 Sutera Pessel, (Indra Yen)

Covesia.com - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Lili Suryati mengatakan, bakal membuka dan memulai kembali kegiatan untuk guru-guru di sekolah tersebut.

"Insyaallah, Senin depan tanggal 17 Agustus 2020, kegiatan sekolah kembali dilaksanakan seperti biasa," sebutnya pada Covesia.com, Jumat (14/8/2020).

Menurutnya, keputusan memulai kembali kegiatan sekolah bagi guru-guru dikarenakan salah seorang guru yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 dari Klaster Bank Nagari Padang, sudah keluar dan hasilnya negatif. 

"Kita sudah komunikasi dengan guru yang kemarin pernah kontak dengan pasien positif. Alhamdulillah, berdasarkan keterangannya hasil tes swabnya negatif. Untuk itu, kegiatan sekolah wajik dilaksanakan lagi terkusus bagi guru," ujarnya.

Sebab katanya, secara aturan seluruh sekolah SMA dan SMK di Pesisir Selatan, diwajibkan bagi guru-guru mengajar secara daring di masing-masing sekoah tempatnya mengajar. 

"Meski proses mengajar dilanjutkan secara daring. Tetapi, guru-guru diwajibkan mengajar daring di sekolah," katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, terkusus untuk salah seorang guru yang pernah kotak dengan pasien positif. Pihak sekolah masih mengajurkan untuk mengajar daring di rumah. 

Sebab, guru tersebut hanya seorang guru Bimbingan Konseling (BK), dan ia masih bisa mengerjakan tugas sekolah dari rumah. 

"Guru BK kan tidak terlalu banyak kegiatannya. Karena, anak-anak belajar daring. Kalau seandainya, sekolah seperti biasa, barulah guru BK memiliki banyak tugas," tutupnya.

Sebelumnya, Lili Suryati selaku kepala sekolah membuat kebijakan, untuk mentiadakan atau menghentikan sementara setiap kegiatan sekolah bagi guru-guru di sekolah tersebut. 

Selain mentiadakan kegiatan sekolah, ia juga merumahkan seluruh guru-guru dan mengintruksikan, untuk mengajar daring dirumah masing-masing. 

Kebijakan menghentikan sementara itu, guna mengantisipasi penyebaran bahaya Covid-19 di sekolah dan di kecamatan Sutera. 

Karenakan diketahui, salah seorang guru di sekolah tersebut, diduga pernah kontak erat dengan salah satu pasien positif Covid-19 dari Klaster Bank Nagari Padang. 

Seperti diberitakan Covesia.com pada Kamis (6/8/2020) lalu. Kepala Sekolah SMKN 1 Sutera, Lili Suryati mengatakan, seorang guru yang diketahui kontak langsung dengan pasien positif dari klaster Bank Nagari Padang adalah istri dari pasien yang berinisial W. 

"Karena istri pasien adalah guru aktif di sekolah. Makanya, sekolah mengambil kebijakan, mentiadakan seluruh kegiatan di sekolah sampai hasil tes swabnya keluar," sebutnya pada Covesia.com Kamis (6/8/2020). 

Diceritakannya, kebijakan tersebut dilakukan dengan tujuan mengantisipasi penyebaran bahaya Covid-19 di lingkungan sekolah. 

Sebab, dua hari sebelum hasil tes swab suami seorang guru itu diketahui positif Covid-19. Sang istri dari pasien atau guru disekolah itu masih menjalani aktivitas di sekolah. 

"Pada hari Senin dan Selasa (27-28/07/2020) lalu. Kita masih menjalani kegiatan bersama disekolah dengan guru-guru lainnya," katanya.

Kendati demikian, dengan adanya peristiwa tersebut, dirinya selaku kepala sekolah mengambil kebijakkan dengan mentiadakan setiap kegiatan di sekolah, sampai kondisi mulai aman. 

Selain itu, pihak sekolah dengan cepat melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh perkarangan dan seluruh ruangan di sekolah. 

"Untuk antisipasi penyebaran, kita mentiadakan seluruh kegiatan disekolah dan telah melakukan penyemprotan disinfektan pagi tadi diseluruh lingkungan sekolah," ucapnya.

(hms.sumbar/ind)

Berita Terkait

Baca Juga