Sosiolog: Kasus Cabul Marak Akibat Lemahnya Kontrol Keluarga

Sosiolog Kasus Cabul Marak Akibat Lemahnya Kontrol Keluarga Foto: Sosiolog Universitas Negeri Padang (UNP), Erian Joni.

Covesia.com - Sosiolog Universitas Negeri Padang (UNP), Erian Joni melihat, maraknya kasus pecabul terhadap anak di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), diakibatkan lemahnya kontrol terhadap anggota keluarga atau orang terdekat. 

"Sehingga menyebabkan leluasanya pelaku untuk melakukan aksi  jahatnya terhadap korban," ucap Erian kepada covesia pada Sabtu (15/8/2020).

Lanjut Erian, faktor lain peningkatan masalah sosial di Kota Pariaman, juga disebabkan oleh gerak cepat pembangunan di kota itu. Khususnya dalam dunia pariwisata pantai, sehingga menimbulkan gerak yang sama dalam dunia hotel, cafe dan hiburan malam. 

Dengan begitu kata Erian, menjadi lahan baru bagi pelaku bisnis sektor informal yang tidak sah, dan masuknya para pendatang dari luar daerah yang tidak semuanya punya orientasi mendapatkan uang secara legal.

Untuk itu, di Kota Pariaman menurutnya, diperlukan berbagai pendekatan dalam mengatasi masalah ini, yakni pendidikan hukum untuk masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mengenal hukum dan sanksi dari pelanggaran hukum tersebut, seperti pemerkosaan dan narkoba.

"Selanjutnya pemberdayaan masyarakat atau institusi lokal untuk meningkatkan kontrol sosial, seperti ada layanan cepat melalui media sosial untuk melaporkan segala indikasi kejahatan yang berpotensi terjadi. Sehingga pengendalian sosial preventif adalah langkah yang paling tepat atau sedia payung sebelum hujan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra saat ditemui di Mapolres Kota Pariaman pada Senin (10/8/2020) kemaren menyebutkan, bahwa kasus pencabulan terhadap anak semakin mengkwatirkan di kota itu, setidaknya Januari hingga sekarang sudah ada sekitar 10 kasus.

Bahkan lebih menonjol dari pada kasus curian motor (curanmor) kasus cabul tersebut. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga