Zona Kuning di Sumbar Bertambah jadi 7, Orange Berkurang Menjadi 12 Daerah

Covesia.com – Di Minggu ke 38 Covid-19 di Sumbar zona kuning yang awalnya 4 menjadi 7. Sementara zona orange dari 15 menjadi 12.

Sama-sama dikerahui zona orange artinya daerah yang terdampak covid-19 beresiko sedang. Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal menyebutkan bahwa ada 12 daerah di zona orange dan 7 lainnya di zona kuning. 

“Tidak ada daerah Sumbar yang berada di zona merah (resiko tinggi) dan zona hijau (tidak ada kasus) di minggu ke 38 ini,”jelasnya, Minggu (6/12/2020).

Adapun daerah yang berada di zona orange yakni rentang skor (1,81 – 2,40). Pertama, Kabupaten Solok Selatan (2,37), Kabupaten Dharmasraya (skor 2,35), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,35), Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,35), Kabupaten Agam (skor  2,25), Kota Padang (skor 2,18), Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,17), Kota Solok (skor 2,09), Kabupaten Sijunjuang (skor 2,09), Kabupaten Tanah Datar (skor 2,07), Kabupaten Solok (skor 1,97), Kota Sawahlunto (skor 1,88). 

Melihat skor diatas, yang paling rendah skornya itu adalah Kota Sawahlunto dan Kabupaten Solok. Pertambahan kasus positif dan adanya kasus meninggal meningkat tajam dalam minggu ke-38 pandemi ini. 

“Kita harapkan semua Kabupaten dan Kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sample kepada warganya yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan covid-19 dapat lebih baik lagi,” imbuhnya. 

Sementara 7 daerah yang berada di resiko rendah yang rentang Skor (2,41 – 3,0). Kota Payokumbuah (skor 2,60), Kabupaten Pasaman (skor 2,57), Kota Bukittinggi (skor 2,48), Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,45), Kota Pariaman (Skor 2,44), Kabupaten 50 Kota (skor 2,41), Kota Padang Panjang (skor 2,41). 

Kota Payakumbuah mengalami peningkatan yang signifikan dalam mengatasi penyebaran covid-19 di minggu ke 38 pandemi di Sumatera Barat. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi satu-satunya Kabupaten Kota di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya. 

Kita berharap, Kabupaten Kota mewaspadai kemungkinan terjadinya penambahan kasus setelah Pilkada. Kami mengharapkan kepada Kabupaten dan Kota agar penyelenggara Pilkada, saksi-saksi di TPS dan semua yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada tanggal 9 Desember 2020, dipastikan sehat dan tidak terpapar oleh covid-19.

 Untuk itu diharapkan dilakukan Swab Test-PCR kepada semuanya, termasuk saksi-saksi di TPS agar melakukan PCR Test atau Rapid. Kalau memang tidak memungkinkan, diharapkan agar menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat. 

(lia)

0 Comments

Leave a Comment

16 + twenty =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password