Pelaku Pembunuhan Gadis di Situjuh Batua 50 Kota Punya 10 Akun Sosmed untuk Gaet Wanita

Covesia.com – Nama Alim Guspar (19), mendadak terkenal di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Foto dan akun media sosial bernama “Bg Alim” pun menjadi buruan masyarakat dan banyak dibagikan di Grup percapakan WhatsApp dan Facebook. Disetiap warung-warung, masyarakat membicarakan pemuda asal Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar ini karena tega membunuh IP (21), gadis asal nagari Suayan, Kabupaten Limapuluh Kota, (7/12/2020) silam.

Alim tega membunuh IP karena keinginannya untuk bersetubuh ditolak. Bahkan IP berteriak saat pakaiannya dibuka paksa oleh Alim. Karena panik, Alim pun membenturkan keningnya ke batang hidung IP. Alhasil, IP langsung terbaring kesakitan. Mendapati posisi IP tengah terbaring, Alim langsung mencekik IP sampai meninggal dunia. Setelah tak bernyawa, Alim langsung melakukan aksi bejatnya terhadap jenazah IP.

Sepandai-pandai Alim bersembunyi, Akhirnya tertangkap juga. Seminggu setelah jenazah IP ditemukan, Alim ditangkap oleh Satreskrim Polres Payakumbuh di Bukittinggi, Rabu (16/12/2020). 

Kemudian, Satreskrim Polres Payakumbuh menggelar konferensi pers dan memberikan kesempatan wartawan untuk bertanya langsung kepada Alim.

Berikut fakta-fakta Alim saat diwawancara Wartawan Covesia.com. 

“Punya 10 Akun Media Sosial”

Alim mengaku dirinya memang sering menggoda wanita menggunakan media sosial. Bahkan ia memiliki 10 akun media sosial dari berbagai macam aplikasi. Dari 10 akun medsos ini Alim ada beberapa nama samaran dan identitas palsu. Namun, semua foto di semua akun tersebut asli. 

“Akun medsos saya 10 buah. Gak hanya Facebook, tapi ada aplikasi lain. semuanya untuk nyari dan godain cewek,” kata Alim. 

Ia juga mengatakan dengan banyak akun Medsos ini ia berhasil mendekati belasan cewek dan aktif berkomukasi. 

“Ada belasan cewek, termasuk IP (korban-red),” ucapnya.

“Pernah Tiduri Janda di Lokasi Pembunuhan”

Gubuk tempat eksekusi pembunuhan IP oleh Alim di Jorong Bumbuang, Kenagarian Situjuah Bagus cukup familiar bagi Alim. Gubuk ini berada di tengah ladang durian dan menjadi tempat istirahat bagi pemuda untuk menunggu durian jatuh.

Alim mengenal gubuk ini dari sepupunya yang merupakan teman pemilik ladang durian. Saat durian sedang panen, Alim beberapa kali pernah diajak sepupunya untuk menunggu durian. Karena itulah, Alim begitu paham dengan kondisi sekitar gubuk. Cukup jauh dari keramaian dan cukup sepi karena di tengah ladang.

Karena posisi gubuk cukup ideal untuk berduaan, Alim pernah mengajak kenalannya dari Medsos yakni seorang Janda untuk melakukan hal tak senonoh di gubuk ini. 

“Sebelumnya pernah saya bawa janda ke sini dan melakukan hubungan layaknya suami istri. Tapi dengan IP, dia menolak. Akhirnya saya khilaf membunuh dia,” sebut Alim sambil tertunduk. 

“Baru Tiga Bulan Cerai”

Di usia yang masih 19 tahun, Alim sudah memiliki istri. Ia menikah secara siri beberapa tahun yang lalu dan baru cerai sekitar 3 bulan yang lalu.

“Saya nikah siri. Istri saya orang Medan dan sekarang beliau sudah pulang ke Medan. Saya cerai dengan dia 3 bulan yang lalu,” kata Alim

Namun dalam pernikahannya ini, Alim belum dikaruniai anak. Selama menikah, ia tinggal dan bekerja di Kota Payakumbuh sebagai pelayan rumah makan. 

“Ngaku Membunuh Ke Orang Tua”

Usai membunuh IP, Alim berupaya melarikan diri. Namun, ia kebingungan karena tidak memiliki uang. Akhirnya, diputuskan untuk mengaku telah membunuh kepada orang tuanya, berharap bisa mendapat uang untuk kabur.

“Setelah membunuh, saya lari ke Padang selama satu hari. Di Padang saya menenangkan diri dan duduk-duduk di Taplau. Kemudian besoknya ke Bukittinggi. Tapi setiba di Bukittinggi, saya tak ada uang lagi. Akhirnya saya telepon Ayah dan ngaku kalau sudah bunuh orang,” kata Alim.

Berharap ada bantuan dari sang ayah setelah ngaku membunuh, ternyata Alim malah kena marah dan dapat teror dari sang Ayah.

Merasa tak ada pilihan, Alim memutuskan untuk mencari kerja di Bukittinggi dan diterima di rumah makan. Baru saja seminggu bekerja di rumah makan ini, ia sudah dibekuk oleh Polisi saat bekerja. 

“Didatangi Korban Dalam Mimpi”

Selama seminggu setelah membunuh IP, Alim merasa ketakutan. Ia mengaku diteror oleh korban IP lewat mimpi. 

“Seminggu ini sudah dua kali dia datang ke mimpi saya. Jujur saya takut. Wajahnya jelas sekali didalam mimpi,” kata Alim.

Didalam mimpi tersebut, IP terus berdiri memandangnya tanpa mengucap satu patah kata dan tak juga bergerak. 

“Dia datang seperti patung. Tapi tatapannya tajam ke saya. Tapi hanya di mimpi saja, dia menampakkan diri langsung, belum ada,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuh Bagus, Kabupaten Limapuluh Kota dihebohkan dengan penemuan jenazah wanita muda di dalam.semak-semak saat pencoblosan pilkada tengah berlangsung tanggal 9 Desember 2020 silam.

Jenazah ini ternyata IP (21), warga nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru. Setelah polisi melakukan penyelidikan selama 7 hari, akhirnya pelaku bernama Alim (19) berhasil dibekuk.

Awalnya, IP dan Alim berkenalan di medis sosial Facebook dan sejak sebulan terakhir intens berkomunikasi dan cukup dekat. Kemudian pada Senin (7/12/2020) pukul 19.30 WIB, Alim mengajak IP jalan-jalan. Setelah satu jam jalan dan pergi makan, Alim mengarahkan sepeda motornya ke sebuah gubuk di tengah ladang durian di Situjuah Batua. 

Disinilah Alim melakukan pembunuhan terhadap IP karena menolak diajak berhubungan badan. Setelah tak lagi bernyawa, Jenazah IP diperkosa dan dibuang tak jauh dari gubuk. 

(agg)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen − 10 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password