Pandemi Covid-19, Produksi Ikan di Agam Alami Penurunan Hingga 50 Persen

Covesia.com – Produksi ikan air tawar di kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) turun pada tahun 2020.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto mengatakan,

tercatat produksi ikan air tawar di Agam per 30 November 2020 sebanyak 22.132 ton jumlah tersebut berkurang jauh dari tahun sebelumnya sebesar 45.653,74 ton.

“Tahun ini menurun sekitar 50 persen dari tahun 2019 kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Kamis (17/12/2020).

Dijelaskan Ermanto, kurangnya produksi ikan di Kabupaten Agam disebabkan pandemi Covid-19. Secara produksi tidak berpengaruh namun terkendala pada pemasaran.

Dijelaskan Ermanto, terhitung April-Juni 2020 atau sejak Sumbar menerapkan PSBB, hasil produksi petani tidak terjual bahkan petani memilih menyetop membudidaya ikan untuk sementara waktu dan fokus untuk menjual ikan yang dipanen sebelumnya.

“Dampak pandemi pemasaran ikan jadi sulit, karena terbatasnya aktivitas masyarakat saat pemberlakuan PSBB. Kurangnya penjualan petani fokus untuk menjual ikan yang dipanen sebelumnya, sehingga sekitar satu bulan mereka menghentikan membudidaya,” lanjutnya.

Setelah PSBB dicabut seiring pemberlakukan new normal pemasaran ikan sudah kembali stabil dan masyarakat kembali membudidayakan ikan air tawar. “Target produksi ikan air tawar kita sebanyak 46.000 ton pada 2020 dan tidak tercapai,” tutupnya.

(Jhn)

0 Comments

Leave a Comment

two × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password