Hendrajoni-Hamdanus Gugat KPU Pessel ke MK

Covesia.com – Pasangan Calon (Paslon) Hendrajoni-Hamdanus (HJ-HMD) mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait perolehan suara yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar)

Seperti diketahui, Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pessel, Hendrajoni-Hamdanus mengajukan gugatan ke MK, melalui kuasa hukumnya, Ardian SH. MH, Rianda Seprasia, SH. MH dan Syamsirudin SH. MH, terkait perbedaan selisih suara. 

Dimana berdasarkan, catatan pemohon HJ-HMD memperoleh suara sebanyak 186.401 suara, dan Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah, dengan perolehan 128.786 suara, dan Dedi Rahmanto Putera-Arfianof Rajab 10.673 suara. 

Jika dijumlahkan, berdasarkan catatan itu, total keseluruhan total suara yang sah ada sebanyak 325.860 suara. 

Sementara KPU menetapkan, total jumlah surat suara yang sah ada sebanyak 225.216 suara, dan dari total itu, Paslon Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah memperoleh 128.922 suara atau 57,2 persen. 

Sedangkan, Paslon Hendrajoni-Hamdanus memperoleh 86.074 suara atau 38,24 persen, dan disusul pasangan calon Dedi Rahmanto Putera-Arfianof Rajab sebesar 10.220 suara atau 4,54 persen.

Kemudian, berdasarkan catatan yang dirilis KPU Pessel dari hasil pleno yang dihadiri Pemkab, TNI/Polri dan Bawaslu untuk Pilkada 2020, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada sebanyak 338.912 suara. 

Terkait gugutan ke MK yang diajukan oleh Paslon HJ-HMD, Ketua KPU Pessel, Epaldi Bahar mengatakan, pihaknya siap menyampaikan penetapan perolehan suara pasangan calon ke MK sesuai dengan yang ditetapkan pihaknya. 

Sebab, ucap Epal, penetapan yang dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Pokoknya, kita siap membuktikan perolehan suara yang kami tetapkan, ” tegasnya pada wartawan, Minggu (20/12/2020). 

Ia menambahkan, gugatan yang diajukan pasangan calon terkait, keputusan yang telah ditetapkan KPU sudah diatur dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2015 tentang Pilkada.

“Silakan saja. Sepanjang syarat formil dan materil bisa terpenuhi, itu sah-sah saja,” terang Epal. 

Kemudian sejauh ini, untuk mekanisme penghitungan Sistem Rekapitulasi (Sirekap) perolehan suara Paslon. Sudah sesuai dengan total seluruh suara yang sah dari masing-masing TPS yang ada di Pessel. 

Tak hanya dari sisi mekanisme saja. Jumlah surat suara yang dihitung KPU sebagai penyelenggara juga mengacu pada formulir C1 yang dihimpun dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kalau dilihat dari suara yang sah sesuai perhitungan pemohon, partisipasi pemilih mencapai 99 persen. Padahal tingkat partisipasi hanya di kisaran 68 persen atau naik 5 persen dari periode 2015,” tutupnya. 

(ind)

0 Comments

Leave a Comment

3 × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password