Masih Berkeliaran Larut Malam, Tiga Orang Remaja Perempuan di Kota Pariaman Diamankan Satpol PP

Covesia.com – Melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 10 tahun 2013 tentang penyakit masyarakat (Pekat), tiga orang remaja perempuan diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Penegak Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Muhammad Taufiq saat ditemui dikantornya pada Jumat (19/2/2021).

“Tiga orang tersebut dengan inisial nama P (18) dan D (17) merupakan warga Padang Panjang, kemudian A (17) warga Kota Pariaman. Mereka diamankan pada Jumat (19/2/2021) dini hari,” sebut Taufiq. 

Lanjut Taufiq, tiga orang tersebut diamankan karena masih berkeliaran dilarut malam yang tidak mempunyai tujuan.

“Untuk D dan P ini barang bukti (BB) kami, yang sebelumnya diamankan dan dititipkan di LPKTKTPA unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Delima Pariaman, untuk dilakukan pembinaan karena sudah sering kami amankan saat patroli. Namun yang bersangkutan melarikan diri dari tempat tersebut,” ungkapnya. 

Sedangkan untuk remaja A ini, juga sudah sering diamankan oleh pihak Satpol PP, bahkan sudah pernah dikirim ke Panti Sosial Karya Wanita ( PSKW) Andam Dewi Provinsi Sumbar, di Sukarami Kabupaten Solok.

Taufiq menyebutkan, sebenarnya tiga remaja tersebut bukan Pekerja Seks Komersial (PSK), namun mereka ini merupakan anggota sebuah geng yang mana selalu hadir saat ada acara orgen tunggal. 

“Mereka ini kalau ada acara yang menggunakan orgen tunggal selalu hadir, untuk berjoget dan bahkan hingga mabuk-mabukan,” katanya. 

Kemudian setelah itu melakukan hubungan suami istri, tapi itu hanya dengan pacar masing-masing mereka, dan untuk tempatnya seperti di pondok kosong.

“Jadi mereka ini bukan tergolong PSK, karena melakukan hubungan itu tidak harus dibayar, cukup dengan pacaran, setelah itu diberi makan atau minum, maka akan dikasihnya,” jelasnya. 

Taufiq mengatakan, sekarang pihaknya mengirim remaja tersebut ke PSKW Andam Dewi Provinsi Sumbar, di Sukarami Kabupaten Solok. Semoga dengan dibina di sana bisa merubah pola pikir remaja tersebut menjadi lebih baik. 

“Kasihan mereka masih kecil. Jadi kami harapan setelah dibina di Andam Dewi nanti, mereka bisa lebih terarah dan lebih baik,” jelasnya. 

(per)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password