Tas Berlebih Jadi Awal Mula Panitia Sadar Mulia Firdaus Tak Ikut Rombongan

Ilustrasi - pixabay

Covesia.com – Salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) jurusan teknik sipil, Mulia Firdaus (20) meninggal dunia saat kegiatan Kemah Mahasiswa Sipil (KMS) di Jorong Padang Tarok, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (15/3/2021). Pihak kampus menduga Mulia Firdaus meninggal karena tenggelam saat mandi-mandi membersihkan badan setelah penutupan acara.

Meninggalnya mulia Firdaus ini diawali tas dan telepon genggam yang dititipkan ke panitia berlebih, setelah seluruh panitia dan mahasiswa baru, sudah berada di Kampus dan hendak pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Seorang Mahasiswa Meninggal saat KKS, UMSB: Kami Bertanggung Jawab, Kegiatan Lapangan Dievaluasi

“Rombongan mahasiswa dan panitia sudah berada di kampus. Tas dan handphone yang dititipkan ke panitia, ternyata berlebih satu. Setelah ditelusuri, ternyata milik Mulia Firdaus. Ini awal panitia sadar bahwa Mulia Firdaus tidak ikut pulang dalam rombongan,” kata Wakil Rektor III, Moch Abdi saat konferensi Pers UMSB Bukittinggi di Cafe Agam Jua, Kota Payakumbuh, Senin (15/3/2021).

Karena tidak ada yang mengetahui keberadaan Mulia, akhirnya pihak fakultas memutuskan untuk mengutus sembilan orang panitia untuk kembali ke lokasi KMS.

Beberapa saat melakukan pencarian Mulia ditemukan sudah meninggal dunia di dasar sungai sedalam satu meter tak jauh dari lokasi KMS. Kemudian jenazah Mulia dibawa ke Rumah Sakit Adnan WD Kota Payakumbuh untuk divisum.

“Kami (pihak Kampus UMSB-red) sudah melayat dan ikut pemakaman Mulia. Keluarga menerima kepergian almarhum dengan ikhlas karena dari visum luar tak ada unsur kekerasan,” ucap Abdi lagi.

Sebelumnya, salah seorang mahasiswa baru UMSB Bukittinggi, Mulia Firdaus ditemukan meninggal dunia, Minggu (14/3/2021) malam di dasar sungai sedalam satu meter di Jorong Padang Tarok, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Diduga korban meninggal akibat tenggelam saat mandi bersama membersihkan badan setelah penutupan acara.

Rekan-rekan korban tidak mengetahui keberadaan korban, karena air sungai menjadi keruh karena mereka masuk secara beramai-ramai. Di samping itu, korban diketahui memiliki penyakit bawaan yakni tipus.

(agg)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password