Tahun 2021, Kasus Penyerangan Satwa Buas kepada Manusia dan Ternak di Agam Sudah Terjadi 7 Kali

Ilustrasi jejak kaki Harimau terpantau di kabupaten Agam beberapa hari yang lalu (Foto: dok.bksda)

Covesia.com – Selama Tahun 2021, Sebanyak 7 kasus penyerangan satwa liar kepada manusia dan ternak terjadi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan, tercatat sebanyak enam kasus penyerangan satwa liar yang meliputi penyerangan Buaya muara yang menewaskan manusia di Muaro Putuih serta serangan beruang dan harimau di Kecamatan Matur dan Palembayan.

“Enam konflik itu adalah, penyerangan buaya terhadap manusia di Kecamatan Tanjung Mutiara beberapa waktu yang lalu, serangan harimau sumatera di Cubadak Lilin, Nagari Tigo balai serta Beruang madu di Kawasan Kelok 44,” ujarnya, Selasa (16/3/2021).

Sementara itu kasus penyerangan harimau sumatera juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu (13/3/2021) lalu. Lokasi tersebut merupakan wilayah kerja BKSDA Resor Bukittinggi.

“Kita saat ini sedang menangani kasus penyerangan harimau sumatera kepada kerbau milik warga Koto Laweh Tilatang Kamang,” Kata Kepala BKSDA Resor Bukittinggi.

Mengatasi peristiwa serupa, pihaknya meminta masyarakat agar tidak beraktivitas sampai sore serta mengungsikan ternak ke tempat yang lebih aman.

Hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi dari warga setempat dan akan melakukan pengusiran jika harimau kembali muncul. Sementara itu pada tahun 2020, jumlah kasus konflik antara manusia dengan satwa liar sebanyak 10 kasus dan pada 2019 sebanyak 11 kasus.

(jhn)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password