Macan Dahan Mati di Limapuluh Kota Akibat Dikeroyok Massa, Begini Kronologisnya

Covesia.com – Seekor macan dahan mati di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (24/3/2021). Kepala BKSDA Kabupaten Limapuluh Kota, Martias memastikan hewan dilindungi ini mati akibat dikeroyok massa.

“Macan dahan yang mati tadi pagi, karena dikeroyok massa. Ditubuh macan juga terdapat luka tembak dua kali dan luka bacok,” kata Martias kepada Covesia.com melalui seluler, Rabu siang.

Disebutkannya, kejadian ini bermula saat macan dahan ini menerkam mati dua ekor kambing masyarakat di Jorong Ketinggian, Selasa (23/3/2021) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Kejadian ini membuat heboh warga sekitar dan melapor ke BKSDA Limapuluh Kota.

Petugas BKSDA yang piket pun langsung ke lokasi dan mengidentifikasi areal lokasi penerkaman. Disimpulkan, kambing tersebut mati karena diterkam hewan buas jenis macan dahan. 

Kemudian, beberapa masyarakat dan petugas BKSDA memasang perangkap. Namun, saat perangkap di pasang, macan dahan ini muncul kembali dan memangsa kambing warga lain yang tak jauh dari lokasi pertama sekitar pukul 04.00 WIB.

Masyarakat yang sudah ramai dan waspada akibat penerkaman ternak ini pun langsung berduyun-duyun ke lokasi kedua. Disinilah kemarahan masyarakat tidak bisa dibendung. Bahkan ada yang menembak hewan yang dilindungi ini.

“Saat anak buah saya memasang perangkap, macan ini muncul lagi dan menerkam kambing warga lagi. Jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi pertama. Masyarakat yang sudah ramai, langsung ke sana dan menghakimi macan ini. Bahkan ada yang menembak dan membacok macan ini,” katanya. 

Bagi Martias, kejadian ini sangat disayangkan karena masyarakat mengambil tindakan sendiri disaat petugas BKSDA ada di lokasi. Upaya pencegahan tidak maksimal dilakukan karena antara masyarakat dan petugas tidak sebanding.

“Petugas saya di lokasi hanya empat orang. Sedangkan masyarakat jumlahnya ratusan yang menyerang macan ini. Sudah diperingatkan oleh anak buah saya, tapi masyarakat tetap mengambil langkah sendiri,” katanya.

Setelah amarah masyarakat mereda, macan tersebut diambil alih oleh petugas BKSDA dalam kondisi kritis. Saat perjalanan ke klinik hewan terdekat, macan ini pun mati.

“Saat diambil alih anak buah saya, masih hidup. Cuma kondisinya kritis dan denyut jantung melemah. Di perjalanan ke klinik sudah mati,” katanya. 

Karena macan dahan ini satwa yang dilindungi, BKSDA Limapuluh Kota mengaku tindakan masyarakat yang menghakimi sepihak tidak bisa dibenarkan. Apalagi di lokasi sudah ada petugas BKSDA. Karena itu, insiden ini dibawa ke ranah hukum di Polres Limapuluh Kota.

“Ini saya sekarang di Polres Limapuluh Kota memberikan keterangan kepada Penyidik. Apapun alasannya, tindakan masyarakat membunuh hewan yang dilindungi ini secara beramai-ramai tidak bisa dibenarkan,” kata Martias.

Sebelumnya, dua ekor kambing warga di Jorong Ketinggian, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota mati diterkam hewan buas, Selasa (23/3/2021) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Diduga, hewan tersebut adalah macan dahan.

Hal tersebut diamini oleh Mursal (74) dan menantunya Yudhi selaku pemilik kambing. Mereka berdua melihat macan tersebut menerkam dua ekor kambing didalam kandang. Setelah diteriaki, macan lari ke arah kebun pisang. Walaupun sudah diusir, macan tersebut kembali lagi dan mengintai kambing dan warga.

(agg) 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password