Diterpa Angin Kencang, Dinding Satu Unit Rumah Warga Tiba-tiba Ambruk di Pessel

Terlihat hampir sebagian dinding rumah Siat runtuh akibat diterpa angin di Pessel, Jumat (2/4/2021)(Foto:Indra Yen)

Covesia.com – Diterpa angin kencang, satu unit rumah semi permanen tiba-tiba ambruk di Kampuang Tabek, Nagari Rawang Gunung Malelo, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), pemilik rumah alami luka ringan akibat ditimpa reruntuhan rumah, pada Jumat (2/4/2021) sore sekitar pukul 15.00 WIB tadi. 

Menurut keterangan pemilik rumah Siat (30) mengatakan saat didatangi Covesia.com, rumahnya tiba-tiba ambruk saat hujan badai yang terjadi pada sore tadi, dan kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. 

“Angin disertai hujan tadi sangat kencang. Tidak lama ketika badai terjadi, dinding rumah saya langsung ambruk diterpa angin,” ungkapnya pada Covesia.com. 

Ia menceritakan, akibat robohnya diding rumah miliknya, beberapa isi perabotan rumah rusak dan pecah ditimpa material.

“Roboh dibagian depan dan samping. Kamar sayapun juga roboh, kursi, lemari dan beberapa peralatan lainnya rusak ditimpa dinding yang runtuh akibat dihantam badai,” ucapnya. 

Selain isi rumah yang rusak, sambung Siat, dia yang ketika kejadian sedang istirahat sambil tidur dikamarnya, juga tertimpah reruntuhan dinding, sehingga kedua kakinya mengalami luka ringan. 

“Saat kejadian saya tengah tidur dikamar. Nasib baik, ketika terdengar bunyi bangunan ambruk secara spontan, saya cepat berdiri dan menghindar. Alhamdulillah, hanya kedua kaki saya yang tertimpa serpihan batu bata. Kalau tidak cepat menghindar, mungkin saya tertimbun reruntuhan batu bata,” kata Siat menceritakan. 

Kemudian lanjutnya, ditaksir kerusakkan akibat peristiwa malang yang menimpanya ini, ada sekitar Rp20 juta lebih kurang. 

“Kalau ditaksir mungkin lebih kurang ada 20 juta kerugian yang saya alami. Karena, banyak perabotan rumah yang pecah dan rusak,” ujarnya. 

Kendati demikian, terlihat saat ini kondisi rumah korban Siat, hanya terbuka lepas dengan serpihan puing reruntuhan bangunan. Untuk itu, selaku korban ia berharap ada sedikit bantuan dari pemerintah dalam kejadian ini.  

“Dengan kondisi dan musibah yang tengah menimpah saya. Saya berharap, pemerintah membantu saya mencarikan solusinya. Dan kejadian ini juga sudah saya laporkan ke pihak pemerintah nagari. Muda-mudahan, ada solusinya,” tutup Siat sambil berharap. 

Karena kondisi rumah Siat yang kini hanya terbuka lepas akibat didindingnya yang roboh. Ia bersama keluarga terpaksa harus menumpang tinggal untuk sementara waktu ditempat keluar dekatnya. 

“Saya tinggal bertiga dengan istri dan anak saya. Berkemungkinan, malam ini saya menumpang dulu dirumah keluarga. Kalau ditempati terllu berbahaya sebab cuaca masih badai dan angin juga masih kencang, “tutupnya. 

Sementara itu, Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Aprizal membenarkan, bahwa satu unit rumah warga di Kenagariannya roboh akibat diterpa angin. 

“Ya, salah satu rumah warga kita roboh akibat diterpa angin kencang pada sore tadi. Kita dari nagari sudah menerima laporannya, dan kita sudah laporkan juga ke Kecamatan, dan untuk upaya dan bantuan dari nagari kita kini sedang berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” singkatnya saat dihubungi Covesia.com melalaui telepon seluler. 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password