Kebiasaan Unik Jelang Ramadhan, Warga di Agam Ini Produksi Sagu Sendiri

Proses Pembuatan sagu secara manual di Agam (Foto: Covesia/ Johan)

Covesia.com – Kebiasaan unik masyarakat untuk mencukupi kebutuhan Jelang Ramadhan, Masyarakat di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) buat sagu secara tradisional.

Salah seorang warga di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Roza (40) mengatakan, biasanya setiap jelang Ramadhan, kebutuhan sagu untuk Ramadhan meningkat, baik untuk kuliner buka puasa maupun kue lebaran.

Hal itu tentunya membutuhkan biaya lebih untuk mendapatkan bahan baku tersebut. Meminimalisir pengeluaran salah satu solusi adalah membuat sagu sendiri.

“Biasanya kita beli pohon rumbia 1 atau dua batang lalu diolah sagunya untuk ramadhan bahkan bisa buat kue lebaran,” ujarnya saat berbincang-bincang dengan Covesia.com, Sabtu (3/4/2021).

Dijelaskan Roza, tidak semua pohon rumbia bisa diolah menjadi sagu, harus dilihat dari besar dan usia. Biasanya batang yang ditebang setelah berumur 10 sampai 15 tahun atau menjelang berbuah.

“Rumbia ini hanya berbuah sayu kali. Tanda-tanda batang yang memiliki banyak sagu saat buah muncul saat masih berbentuk jantung, tapi kalau sudah berbuah atau terlalu tua, sagunya sudah sedikit,” lanjutnya.

Setelah rumbia ditebang, kemudian dipotong-potong sepanjang 1 meter, dan dibelah sesuai kemampuan untuk mengangkut pulang.

Setelah dibawa pulang, bagian dalam batang diparut, bisa menggunakan kayu yang sudah ditancapkan paku atau ditumbuk menggunakan lesung.

Kemudian bagian batang yang diparut ini diperas dalam ember berukuran cukup besar dan diendapkan selama 2 jam, setelah itu baru air dibuang. “Hasil endapan ini dijemur, jika cuaca cerah 1 hari sudah kering,” lanjutnya.

Dalam 1 batang rumbia, Roza bisa menghasilkan 50 – 70 kg, dan 1 kg nya bisa dijual dengan harga Rp 10.000.

“Modal kita hanya Rp50 ribu untuk bisa beli batang rumbia, tapi sagu yang dihasilkan sebanyak 50 Kg, . Selain untuk dipakai sagu ini juga bisa dijual, jadi untungnya berkali lipat,” tutupnya.

(jhn/don)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password