Dua Hari Diterjang Badai Angin, 198 Rumah Rusak di Limapuluh Kota

Covesia.com – Bencana badai angin yang melanda sebagian wilayah Sumatera Barat, turut melanda Kabupaten Limapuluh Kota. Catatan BPBD setempat, dalam dua hari badai berlangsung, sebanyak 198 rumah dan bangunan rusak. Bahkan ada yang sampai roboh.

Dari tiga belas Kecamatan di Limapuluh Kota, hanya kecamatan Kapur IX yang sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat badai angin ini. Dua belas kecamatan lainnya, terdampak badai angin. Mayoritas, rumah masyarakat rusak akibat tertimpa pohon.

Manager Pusdalops PB BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol mengatakan data sementara, hampir seluruh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota terdampak badai angin dan hujan yang berlangsung sejak 31 Maret 2021 silam.

“Hampir seluruh Limapuluh Kota terkena badai angin. Laporan yang masuk, ada 198 rumah yang rusak. Bahkan di Kecamatan Situjuh Limo Nagari, ada kandang ayam yang roboh dan rata dengan tanah,” kata Rahmadinol kepada Covesia.com, Senin (5/4/2021).

Kerugian akibat badai angin ini diperkirakan mencapai Rp 843 juta. Bahkan satu orang mengalami luka-luka di Kecamatan Situjuh Limo Nagari atas nama Fauzan, usia 14 tahun.

Untuk pembersihan puing dan pohon tumbang, seluruh tim TRC dan BPBD dibantu perangkat nagai maupun masyarakat melakukan gotong royong. Termasuk melibatkan petugas pemadam kebakaran.

“Cuma kecamatan Kapur IX yang belum ada laporan ada kerusakan akibat badai angin ini. Sampai saat ini, petugas dan masyarakat bersama-sama membersihkan material akibat bencana ini,” katanya.

Selain rumah, terdapat 3 Sekolah, 6 rumah ibadah, 4 posyandu dan satu kantor walinagari yakni nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru yang rusak akibat badai angin ini.

(agg)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password