Cuaca Buruk, Produksi Ikan Asin di Tiku IV Jorong Agam Berkurang

Ilustrasi penjemuran ikan aisn di kawasan pantai Tiku IV Joorng Agam (Foto: Covesia/ Johanes)

Covesia.com – Curah hujan tinggi yang melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu terakhir, berdampak kepada produksi ikan asin di jorong Labuhan, nagari tiku IV Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Salah seorang pengusaha ikan asin, Yofi (26) di Jorong Ujuang Labuang mengatakan, curah hujan tinggi membuat para nelayan setempat enggan melaut hal itu berdampak terhadap bahan baku pembuatan ikan asin.

“Ikan yang kami olah adalah hasil tangkapan nelayan di sini, jika mereka tidak melaut tentu produksi kita berkurang,” ujarnya Senin (5/4/2021).

Selain itu, tidak menentunya kondisi cuaca jua berdampak pada proses pembuatan ikan asin, untuk pengeringan, masyarakat setempat bergantung penuh kepada cahaya matahari

Jika cuaca baik para pengusaha ikan asin hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk pengeringan, namun saat cuaca buruk bisa memakan waktu 3 hingga 5 hari.

“Produsen ikan asin disini sangat bergantung kepada cahaya matahari jadi jika cuaca mendung atau sering hujan, proses pengeringan jadi terganggu dan kualitas ikan berkurang” katanya lagi.

Bahkan tak jarang, lanjut yofi, ikan yang tidak kunjung kering dalam kurun waktu 7 hari terpaksa dibuang dan tidak bisa digunakan lagi. “Jika tidak kunjung kering dalam satu minggu ikan akan di kerubungi lalat, dan ber ulat, jadi terpaksa dibuang,” imbuhnya.

Untuk Ikan asin yang kualitas bagus biasanya dijual dengan harga Rp60 Ribu/Kg sementara kwalitas buruk bisa turun sampai Rp30 ribu/Kg.

“Dalam pemasaran, Ikan produksi kami di jual ke pasar tradisional sekitar bahkan ada yang dikirim ke kota padang, bukittinggi dan payakumbuh” tutupnya.

(jhn/don)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password