Temui Menteri UMKM, Bupati Pessel Usulkan Prospek Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar bersama Menteri Koperasi (Menkop) dan UMKM Teten Masduki (Foto: Istimewa)

Covesia.com – Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Rusma Yul Anwar lakukan pertemuan dengan Menteri Koperasi (Menkop) dan UMKM Teten Masduki, pada Senin (5/4/2021).

Dalam pertemuan itu, Bupati Rusma Yul Anwar membawa proposal terkait beberapa program pembangunan UMKM dan prospek ke depan demi kemajuan ekonomi kerakyatan masyarakat Pessel, di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang membuat lemahnya sektor perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

“Usulan telah kami serahkan dan diterima langsung menteri, dan pihak kementerian setuju,” kata Rusma Yul Anwar pada wartawan melalaui telepon seluler.

Ia menerangkan, beberapa usulan yang dibawa dan dihantarkan langsung ke Menteri Teten Masduki, diantaranya pembangunan Pusat Layanan Umum Terpadu (PLUT) dan pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB).

“Alhamdulillah, dalam kesempatan itu. Bapak Menteri berjanji akan datang melihat langsung pelaku UMKM di Kabupaten Pesisir Selatan,” terangnya.

Kemudian disampaikan Bupati, kondisi di tengah amukkan bencana nasional yaitu pandemi Covid-19, yang membuat merosotnya dan sulitnya kebangkitan bagi pelaku usaha kecil didaerahnya untuk berkembang. Harus diketahui, langsung oleh pemerintah pusat.

Parah lagi, kesulitan itu ditambah dengan sulitnya para pelaku usaha kecil dalam mendapatkan bantuan biaya untuk kembali bangkit dampak pandemi.

“Nah, melalaui progarm ini lah kita sampaikan kondisi dan bagai mana kondisi masyarakat didaerah saat ini. Untuk, itu kami minta melalaui beberapa usulan dari daerah meminta dukungan ke pada Menteri di pusat,” ucap Bupati Rusma Yul Anwar.

Setelah itu, Lanjut Bupati, kedepannya dalam pengembangan UMKM di Pessel, pemerintah daerah akan menjadikan koperasi dan UMKM berbasis kearifan lokal yang ada didaerah tersebut.

“Agar pengembangannya sesuai dengan karakteristik kearifan lokal yang kita punya. Terutama yang berbasis ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Sementara itu tambahnya, diketahui berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, populasinya tercatat lebih dari 5.000 unit dalam bentuk berbagai usaha.

“Jumlah itu tersebar di 15 Kecamatan. Nah inilah nanti yang menjadi tujuan utama kita dalam pertemuan ini. Bagaimana 5.000 pelaku usaha bisa berkembang dan menjadi tumpangan ekonomi bagi masyarakat kita sebagai pelaku usaha kecil dan menengah,” harapnya Bupati Pesisir Selatan.

(ind)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password