DLH Sebut Bukittinggi Terbanyak Pembuangan Sampah ke TPA Regional Payakumbuh

Kepala dinas lingkungan hidup (DLH) Bukittinggi, Syafnir (Foto:dok.covesia)

Covesia.com – Dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Bukittinggi menyebut Bukittinggi paling terbanyak melakukan pembuangan sampah ke TPA regional Payakumbuh dari daerah lain.

“Rata-rata perhari Bukittinggi membuang 100 ton sampah ke TPA regional Payakumbuh,” kata Kepala dinas DLH Bukittinggi, Syafnir, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan permasalahan sampah di Bukittinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota saja namun juga masyarakat.

Masyarakat diminta untuk dapat mengurangi volume sampah dengan memanfaatkan limpah sampah yang dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis atau menjadi pupuk kompos.

“Salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan budidaya ulat maggot yang dapat memakan sampah yang bisa mengurangi sampah rumah tangga dan ulat magot juga bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Budidaya ulat maggot, jelas Syafnir, banyak memberikan keuntungan, diantaranya, harga ulat maggot cukup mahal dipasaran, ulat maggot juga bisa menjadi pakan ternak dan satu kilo bibitnya saja bisa mencapai Rp150 ribu.

Jika ini bisa dibudidayakan oleh masyarakat, tentu akan banyak keuntungannya. Karena ulat magot bisa mengurai dan menghancurkan sampah, bisa dijual dan bernilai ekonomis serta bisa menjadi makanan ternak seperti ayam, ikan dan itik.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan .ematuhi aturan ketentuan baru pembuangan sampah dari pukul 6 sore hingga 3 dini hari. Serta pisahkan sampah organik dan anorganik, olah sampah yang bisa dijadikan barang bernilai ekonomis serta budidayakan ulat maggot.

(deb)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password