Polda Sumbar Ciduk 7 Tersangka Tambang Ilegal di Padang dan Pasaman

Tampak tujuh orang tersangka penambang ilegal yang berhasil diamankan Polda Sumbar di Padang dan Pasaman, Jumat (9/4/2021)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com – Jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menciduk tujuh orang tersangka pelaku penambang ilegal di dua lokasi yang berbeda di Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto didampingi Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Joko Sadono, menyebutkan, penangkapan terhadap para tersangka ini berawal dari keresahan masyarakat dengan aktifitas galian C dan illegal mining di daerah itu. Aktifitas tersebut dilakukan terang-terangan meskipun tidak memiliki izin.

“Ketujuh tersangka kita amankan di dua lokasi berbeda yakni, di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji, Kota Padang dan di aliran sungai Batang Pasaman Lanai Hilir, Jorong Bandar Padang Pembangunan, Kanagarian Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman,” ungkap Satake, dalam keterangan persnya di Mapolda Sumbar, Jumat (9/4/2021).

Sementara itu, Direskrimsus Joko Sadono, mengungkapkan kronologis penangkapan, yakni untuk penangkapan pertama, ada dua orang tersangka yang diamankan yakni, berinisial A (53) dan BR (26) yang merupakan warga Kuranji. Keduanya tertangkap tangan tengah melakukan penambangan batuan sungai tanpa izin menggunakan alat berat. Disini, petugas mengamankan lima unit alat berat, satu unit dump truck dan sebuah bundel atau nota pembelian.

“Penangkapan itu dilakukan pada tanggal 26 Maret 2021 lalu berdasarkan atas laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas tambang ilegal di lokasi tersebut. Setelah melakukan penyelidikan, tim Ditreskrimsus Polda Sumbar mendapati para tersangka tengah bekerja dan langsung mengamankannya,” sebut Joko.

Kemudian lanjut Joko, untuk penangkapan kedua, yakni aktifitas penambangan emas yang dilakukan di aliran sungai Batang Pasaman Lanai Hilir, Jorong Bandar Padang Pembangunan, Kanagarian Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.

“Di Pasaman kita berhasil mengamankan lima tersangka yakni, AA (27), EA (38) warga Pasaman, kemudian RWP (21) warga Sijunjung serta dua orang warga Padang berinisial J (52) dan N (33),” ungkap Joko.

Lebih lanjut kata Joko, dalam penangkapan yang dilakukan pada Rabu (7/4/2021) lalu itu, pihaknya berhasil mengamankan satu unit alat berat, satu unit kontroler alat berat, dua lembar karpet sintesis, dua timbangan digital dan satu buku catatan.

“Penangkapan tersebut berhasil berdasarkan informasi akurat dari masyarakat tentang aktifitas dompeng yang dilakukan oleh para tersangka di lokasi tersebut. Ditambah lagi, ada dugaan keterlibatan sejumlah oknum tokoh masyarakat daerah setempat yang berperan dalam kegiatan itu. Makanya, petugas melakukan pengintaian di lokasi pada tanggal 5 April lalu. Ternyata memang benar. Pada tanggal 7 April, kita langsung melakukan penangkapan terhadap para tersangka dan membawa semua barang bukti. Kita sempat kesulitan karena akses jalan yang sangat jauh,” jelas Joko.

Atas perbuatan para tersangka tambah Joko, mereka akan disangkakan dengan pasal 158 Undang-undang RI Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

“Dengan ancaman lima tahun penjara atau denda Rp100 miliar,” pungkasnya.

(don)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password