Terhalang Awan, Pantauan Hilal di Kota Padang Tak Terlihat, Namun Esok Mulai Puasa

Pemantauan Hilal oleh tim BMKG Padang Panjang, Senin (12/4/2021)(Foto: Covesia/ Laila)

Covesia.com – Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Irwan Slamet mengatakan bahwa tidak dapat melihat hilal karena terhalang awan. Namun ketinggian hilal sudah 3 derjat 36 menit.

“Tadi kita melakukan pemantauan hilal sore ini. Seperti yang kita prediksikan karena fraksion eleminition bulan hanya 0,19 persen sehingga dari 100 persen penampakan bulan hanya 0, 19 persen jadi sangat kecil sekali, jadi kita tidak bisa melihat hilal,” ungkap Irwan saat ditemui di Gedung Kebudayaan Sumbar, Senin (12/4/2021).

Hilal sudah ada namun tidak nampak karena ditutupi awan. Walaupun secara hitungan matematika bahwa hilal ketinggian 3 derajat 36 menit dengan hitungan kita kita berada di atas 9 meter di atas fungsi level.

“Besok sudah 1 Ramadhan, karena sesuai ketentuan lembaga kita kalau hilal sudah di atas
2 derajat, sementara sekarang sudah 3 derjat 36 menit maka kita sudah bisa berpuasa untuk esok hari,” imbuhnya.

Irwan mengatakan sebab hilal tidak berhasil dilihat karena di depan kita lautan yang luas, samudra lepas.

“Jadi awan-awan tumbuh di atas lautan maka kita harus menembus itu di atas horizon ini, sekitar 3 derajat di atas itu hilalnya di situ jadi kita tak bisa melihat hilal walau saat ini 3 derjat 36 menit,” jelasnya.

Kita hanya bisa melihat 17 menit dari terbenamnya matahari. Matahari terbenam pukul 18:22 WIB sedangkan bulan terbenam pukul 18:39 WIB. Ketika matahari terbenam bulan tertinggal selama 17 menit.

“Tapi menunggu hilangnya cahaya  matahari berwarna orange itu butuh waktu 10 menit. Sehingga pengamatan kita cuma 7 menit,” tukasnya.

Sementara itu, Penyusun Bahan Hilal Rukyah Sumbar, Ikhasanul Fikri mengatakan dari hasil perhitungan atau hisab awal ramadhan dari kemenag itu ijtimak terjadi pada hari senin 12 April 2021 pukul 9 lewat 33 menit 57,53 detik. Sementara ketinggian hilal kita di Kota Padang 3 derjat 50 menit 29,97 detik.

Sebenarnya pada ketinggian hilal tersebut sudah bisa untuk dilihat. Namun karena keadaan cuaca berawan tebal maka kita tidak berhasil mengamati bulan, atau tidak berhasil melaksanakan observasi bulan.

Kita menunggu sidang isbat dari kementrian agama RI. Kita masih menunggu laporan dari Aceh. Hasil ini kita lakukan ke kementrian agama pusat.

(ila)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password