Wagub Sumbar Ingatkan Tingginya Angka Covid-19 di Sumbar Akan Berpengaruh pada Perekonomian Masyarakat 

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy (Foto: dok.pribadi)

Covesia.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy mengatakan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Sumbar akan berdampak pada perekonomian masyarakat. 

“Hari ini Kabupaten 50 Kota berada di zona merah karena ada cluster di satu Nagari di sana. Dengan meningkatnya Covid pasti ada tekanan ekonomi ke depan. Kalau ekonomi tertekan masyarakat juga yang akan sulit ke depannya,” ujar Audy di Padang, Senin (12/4/2021). 

Dikatakan Audy Positivity Rate dulunya rendah sekarang sudah mulai tinggi dan malah sebaliknya testing yang dulunya bagus sekarang malah rendah. 

“Yang dikhawatirkan adalah cluster Covid-19 ini masuk ke nagari-nagari , jorong-jorong, atau kampung-kampung. Jangan sampai lengah untuk Kota kabupaten,” imbuhnya. 

Untuk pengawasan dari TNI, Polri, dan satpol PP bahkan kakanwil kemenag sudah menjanjikan untuk menurunkan 12 ribu guru dan penyuluh agama ke lapangan untuk mengawasi protokol kesehatan yang ada di masjid seluruh Sumbar. 

Sebenarnya kata Audy, masjid utama lebih besar resikonya, karena yang beribadah tak hanya masyarakat yang berada sekitar mesjid tapi juga dari luar. “Tapi biasanya mesjid di Kota lebih ketat prokesnya,” sebut Audy. 

Dia juga berpendapat bahwa masjid di nagari biasanya lebih tak tertib. Hal itu dikatakannya berdasarkan saat salat di masjid nagari-nagari. “Rata-rata jamaah tidak menggunakan masker. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya. 

Dalam kesempatan itu Audy pun mengajak kepala daerah kabupaten kota untuk mensosialisasikan vaksin. 

“Sekarang kita sedang menggalakkan vaksin, mohon bantuannya untuk sosialisasi di Kabupaten kota. Kalau ada lansia yang mau divaksin agar diserahkan. Kita selesaikan target vaksin kita,” jelasnya. 

Di akhir Wagub meminta dr Andani bagaimana testing dan tracing ditingkatkan kembali. “Untuk pemantauan di lapangan kami minta bantu TNI dan Polri dan satpol pp di mesjid dan tempat ibadah kita bisa ibadah di mesjid dengan aman,” tutupnya.

(ila)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password