Pasar Pabukoan di RTH Imam Bonjol Padang Kembali Dibuka, Pedagang Akui Masih Sepi Pembeli

Salah seorang pedagang di pasar pabukoan RTH Imam Bonjol Padang, Rabu (14/4/2021)(Foto: Covesia/ Laila)

Covesia.com – Pasar Pabukoan (Takjil) adalah hal yang paling dicari-cari oleh masyarakat di bulan Ramadan. Termasuk di Kota Padang. Setelah tahun lalu ditiadakan pasar pabukoan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang kembali dibuka Ramadan kali ini.

“Tahun kemarin tak ada jualan karena ada Corona. Alhamdulillah tahun ini bisa berdagang kembali, walaupun pendapatan merosot,” ungkap salah satu pedagang di RTH Imam Bonjol, Harlina Yanti (54) saat ditemui Covesia.com di lapaknya, Selasa (14/4/2021).

Yanti mengatakan bahwa kemarin, Senin (13/4/2021) saat hari pertama berjualan pembeli sepi. “Mungkin karena belum banyak yang tahu kalau tahun ini pasar pabukoan RTH Imam Bonjol kembali diadakan,” imbuhnya.

Dia juga menuturkan sebelum Covid-19 ada sering diadakan pasar pabukoan di RTH dan selalu ramai. Namun Yanti mengaku senang tahun ini bisa kembali berdagang di pasar pabukoan ini.

“Biasanya dikelola oleh Pemerintah, tapi tahun ini dibawah tanggungjawab Kodim Padang. Ada 20 meja yang disediakan, ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang biasanya 40 lebih, mungkin karena memperhatikan protokol kesehatan juga,” jelasnya.

Ibu dua anak ini pun mengatakan bahwa pasar pabukoan dibuka setiap hari sekitar pukul 12:00 WIB dan tutup usai salat Magrib.

“Saya hanya menjual minuman, ada 12 jenis minuman yang dijual antaranya es-teler, es buah, cendol, cendol delima, kolak, selasih, timun nata de coco. Yang paling diminati adalah es-teler dan kolak,” jelasnya.

Untuk harga minuman berbuka puasa yang dijual Yanti bisa dibandrol Rp8 ribu perbungkus, dan jika membeli 2 bungkus hanya dikenakan biaya senilai Rp15 ribu.

Yanti mengatakan biasanya setelah salat subuh dirinya pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan untuk jualan. Sekitar pukul 12 siang dibantu anaknya dia sudah di pasar beres-beres dagangan dan bersiap menunggu pembeli datang.

Dari pengalamannya berdagang selama 21 tahun, rata-rata pembeli akan ramai sekitar pukul setengah 4 sampai orang berbuka. “Semoga dagangan saya laris manis dan bisa nanti untuk membiayai anak untuk masuk sekolahnya,” pungkasnya.

(ila/nod)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password