Larangan Mudik Saat Lebaran 2021, Polda Sumbar Akan Jaga Wilayah Perbatasan

Covesia.com – Terkait dengan larangan mudik lebaran 2021 yang diberlakukan oleh pemerintah, Polda Sumatera Barat (Sumbar), akan menjaga ketat wilayah perbatasan saat arus mudik tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu saat dihubungi oleh covesia.com pada Rabu (14/4/2021).

“Tentu Polda Sumbar mendukung apa yang disampaikan pemerintah pusat terkait larangan mudik ini,” sebut Satake.

Lanjut Satake, yang jelas kalau daerah lain juga menerapkan hal yang sama, pasti warga Sumbar yang ingin pulang juga tidak bisa.

“Kami hanya membantu mengawasi jalur masuk ke Sumbar ini, terutama di bandara. Namun disaat larang mudik sudah diterapkan penerbangan dari pusat tidak ada lagi, yakni mulai 6 hingga 17 Mei 2021,” ungkapnya.

Satake mengatakan, kalau untuk di perbatasan, kebetulan saat jelang lebaran itu pihaknya melaksanakan operasi ketupat, maka nantinya petugas yang ada di perbatasan yang akan melakukan penjagaan serta pemeriksaan terhadap pemudik.

“Namun terkait mudik ini ada pengecualiannya, terutama warga yang diperbolehkan lewat, mereka yang memiliki surat yang benar penting untuk pulang, seperti keluarganya meninggal dan hal yang berkaitan dengan kedinasan. Kalau tidak ada, maka akan dilarang masuk ke Sumbar,” jelasnya.

Satake menegaskan, yang jelas dalam pengamanan perbatasan saat mudik, akan melibatkan anggota Brimob dan Sabhara.

Kemudian kata Satake, terkait titik yang akan dijaga, nanti setelah rapat koordinasi terlaksana, baru akan tau berapa titik yang akan dijaga, namun biasanya tempat keluar masuknya kendaraan dari luar daerah yang akan dijaga.

Sebelumnya diketahui, pemerintah mengeluarkan surat edaran tahun 2021, yaitu tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan Covid-19.

Larangan itu diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara. Namun, ada pengecualian bagi orang-orang tertentu yang boleh melakukan perjalanan yaitu, orang yang bekerja atau perjalanan dinas (ASN, Pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, Pegawai Swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan ttd basah dan cap basah), kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil dengan 1 orang pendamping, orang dengan kepentingan melahirkan maksimal 2 orang pendamping dan pelayanan kesehatan darurat.

(pri/don)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password