Awal Ramadan, Pedagang Pasar Tradisional di Agam ”Ngeluh” Dagangan Masih Sepi

Suasana Pasar Serikat Nagari Lubuk Basung-Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kamis (15/4/2021). Foto: Johan

Covesia.com – Di awal Ramadan 1442 Hijriyah, penggunjung pasar tradisional di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terpantau sepi. Salah satunya di Pasar Serikat Nagari Lubuk Basung-Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kamis (15/4/2021), terlihat aktivitas jual beli tidak begitu padat bahkan cenderung sepi jika dibandingkan sebelum Ramadan.

“Biasanya, awal Ramadan, banyak yang berbelanja ke pasar namun hari ini masih sepi seperti hari biasanya,” ujar Zal (40) salah seorang pedagang sayur dan rempah.

Hal senada juga diungkapkan Bujang (56) pedagang daging segar di pasar setempat, meski memasuki bulan Ramadan, jumlah pemotongan sapi untuk dijual tidak ditambah, hal itu sesuai perkiraan jumlah pengunjung pasar.

“Kami sudah memperkirakan meski sudah Ramadan, pengunjung pasar tetap sepi jadi pemotongan sapi tidak ditambah,” katanya.

Sementara itu, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok susah mengalami kenaikan satu minggu jelang Ramadhan.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Agam, Nelfia Fauzana mengatakan harga kebutuhan yang naik berupa sayur-sayuran dan daging.

Harga yang naik itu berupa ayam broiler dari Rp60 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram, daging sapi dari Rp120 ribu menjadi Rp130 ribu per kilogram, cabai rawit dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram, buncis dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Sedangkan, bawang merah dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, daun bawang dari Rp14 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, kacang hijau dari Rp25 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram, kentang dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram dan wartel dari Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Sementara itu harga beras masih terpantau normal hingga awal Ramadhan. Untuk beras benang pulau Rp11,5 ribu per kilogram, beras sokan Rp12 ribu per kilogram, beras IR 42 Rp11,5 ribu per kilogram, beras benang paluang Rp11 ribu per kilogram, beras kuruik kusuik Rp13 ribu per kilogram.

Sementara gula pasir lokal Rp14 ribu per kilogram, minyak curah Rp14 ribu per liter, minyak kemasan Rp14 ribu per liter, daging ayam broiler Rp65 ribu per kilogram, hati sapi Rp120 ribu per kilogram.

Telur ayam kampung Rp2.500 ribu per butir, ayam kampung Rp2.000 per butir, telur bebek Rp2.500 per butir, bawang putih Rp28 ribu per kilogram, jengkol Rp2.000 per butir.

Selain itu, harga petai Rp11 ribu per ikat, ikan asin teri Rp60 ribu per kilogram, ikan tongkol Rp24 ribu per kilogram, ikan sarden Rp30 ribu per kilogram, ikan kembung Rp35 ribu per kilogram, ikan tuna Rp35 ribu per kilogram dan ikan nila Rp20 ribu per kilogram.

(jhn)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password