Proses Pencarian Anak yang Dilaporkan Hilang di Pesisir Selatan Masih Dilakukan Hingga Malam Ini

Ilustrasi (Pixabay)

Covesia.com – Pencarian korban hilang atas nama Nanang (16) di Air Gelaga Timbulun, Kenagarian Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) masih berlanjut sampai malam hari, hingga kini korban masih belum ditemukan. 

Diketahui, korban atas nama Nanang hilang pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Dimana, korban tiba-tiba hilang terbawah arus ketika sedang asik mandi-mandi bersama 2 orang temannya di Air Gelaga Timbulun yang berada tepat di bawah jembatan gantung penghubung kampung timbulun dan kampung salo gunuang dan lubuak batu.

Kakak korban Pino (23) yang saat korban hilang juga berada di lokasi kejadian mengatakan, korban hilang secara tiba-tiba saat mandi bersama 2 orang temannya. 

“Kami tidak melihat, tiba-tiba temannya kehilangan korban dan menanyakan kepada saya kalau korban sudah tidak ada,” ucapnya pada Covesia.com di lokasi kejadian. 

Kemudian katanya, setelah diketahui hilang, ia bersama satu masyarakat lain berusaha menyelam di sekitar sungai tempat korban mandi-mandi. 

Namun, upaya yang berusaha dilakukan tidak membuahkan hasil, dan proses pencarian masih dilanjutkan malam ini. 

“Tadi sudah ada upaya mencari korban. Tapi hasilnya nihil. Kemudian, 1 jam setelah korban hilang tiba-tiba air sungai mulai besar sampai malam hari ini,” ucapnya. 

Terpisah Wali Nagari Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Jetri (Ijet) mengatakan, bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan ke pihak BPBD kabupaten Pesisir Selatan, sampai ke pimpinan yaitu Bupati Pessel. 

“Sudah kita laporkan ke BNPB atau BPBD dan tadi sudah ada yang kesini dari pihak BPBD tapi karna kondisi air cukup besar dan deras. Proses pencarian dilanjutkan besok pagi,” kata Wali Nagari. 

Akan tetapi kata Ijet, saat ini proses pencarian korban masih dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan peralatan seadanya.

“Masyarakat kini masih melakukan pencarian menggunakan alat penerangan atau senter. Sambil menggunakan perahu untuk menyisiri batang sungai. Ada sekitar 3 perahu masyarakat ikut melakukan pencarian, dan kita berharap korban cepat ditemukan,” tutupnya.

(ind)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password