Petugas Lapas, Warga Binaan dan Pelajar di Bukittinggi Terlibat Peredaran Ganja 10 Kg

Tersangka pengedar narkoba jenis ganja, yang berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Bukittinggi, Sabtu (17/4/2021)(Foto: Covesia/ Debi)

Covesia.com – Satuan Reserse dan Narkoba Polres Bukittinggi, Sumbar, mengungkap peredaran narkoba jenis ganja sebesar 10 kilogram.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara dalam keterangan persnya mengungkapkan pihaknya mengamankan empat orang tersangka atas kasus tersebut.

“Empat tersangka itu diantaranya satu orang pelajar, dua orang warga binaan, dan satu petugas lembaga pemasyarakatan kelas IIA Bukittinggi,” ungkap Kapolres, Sabtu (17/4/2021).

Ia menerangkan, keempat tersangka yakni TR (17) berstatus pelajar warga Banto Laweh Kayu Kubu Bukittinggi, HS (30) merupakan PNS atau polisi khusus di lembaga pemasyarakatan kelas IIA Bukittinggi, AP (25) dan RS (37) warga binaan lapas kelas IIA Bukittinggi.

Selain mengamankan 10 Kg narkotika jenis ganja, polisi juga mengamankan 1 unit mobil Honda Brio warna merah dan 5 unit telepon genggam.

Sedangkan untuk kronologis penangkapan, satres narkoba Polres Bukittinggi awalnya melakukan penangkapan terhadap TR (17) yang merupakan seorang pelajar di dalam sebuah rumah di Banto Laweh Kayu Kubu Bukittinggi pada Jumat (16/4/2021) kemarin.

Berdasarkan keterangan tersangka TR bahwa barang haram itu didapatkan dari Aceh.

Dari tersangka diamankan 10 Kg ganja, di mana 5 Kg akan diedarkan di lembaga pemasyarakatan kelas IIA Bukittinggi melalui tersangka HS (30) yang merupakan petugas di lapas yang dikendalikan tersangka AP dan RS dari Lapas.

Menurut keterangan Kasat Narkoba Polres Bukittinggi, AKP Aleyxi Aubedillah menuturkan untuk 5 kg ganja yang akan diedarkan di Lapas akan dijemput di simpang pinang Balirik Agam yang sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan tersangka yang berstatus pelajar untuk mengantarkannya.

“Sisa 5 kg ganja lagi, 3 kg sudah ada yang memesan,” katanya.

Ia menambahkan 2 tersangka yang merupakan warga binaan merupakan napi atas kasus yang sama dan ini merupakan kasus yang ketiga mereka. Sedangkan tersangka HS petugas lapas telah menjalankan 3 kali aksi ini.

“Atas perbuatannya keempat tersangka terancam 5 sampai 20 tahun kurungan penjara,” tutupnya.

(deb)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password