Anak yang Hilang di Pessel Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Sisiri Aliran Sungai

Tampak Tim SAR gabungan yang sedang melakukan proses pencarian korban hilang di aliran sungai Kampung Timbulun, Pessel, Sabtu (17/4/2021)(Foto: Covesia/ Indra Yen)

Covesia.com – Nanang (16) korban hilang di aliran sungai Air Gelaga Timbulun, Nagari Aur Duri Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) belum kunjung ditemukan, tim gabungan masih lakukan upaya pencarian, pada Sabtu (17/4/2021).

Kepala Kedaruratan BPBD Pessel, melalui Anggota di lokasi pencarian mengatakan, untuk proses pencarian hari ini terdiri dari Tim gabungan BPBD Pessel dan Basarnas kota Padang, dan dibantu oleh masyarakat setempat.

“Proses pencarian menggunakan 2 perahu karet dari BPBD dan Sar Kota Padang, serta juga ada masyarakat menggunakan perahu nelayan ikut mencari korban dengan menyusuri aliran sungai,” ungkapnya pada Covesia.com Sabtu (17/4/2021).

Ia menjelaskan, operasi pencarian dimulai oleh tim gabungan pada pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, dan hasilnya korban belum juga dapat ditemukan.

“Ya, belum juga membuahkan hasil. Titik pencarian kita fokuskan menyisiri badan sungai serta lokasi tempat korban pertama kali dilaporkan hilang,” ujarnya.

Lanjutnya, jika tidak kunjung ditemukan proses pencarian korban akan dilanjutkan 4 hari kedepannya sesuai dengan tugas kerja dari BPBD Pessel.

“Akan tetapi, kalau untuk tim SAR atau Basarnas kota Padang, proses pencariannya akan dilakukan selama 7 hari kerja. Namun, kita berharap korban cepat ditemukan,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, korban atas nama Nanang (16) hilang pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Dimana, korban tiba-tiba hilang terbawah arus ketika sedang asik mandi-mandi bersama 2 orang temannya di Air Gelaga Timbulun yang berada tepat dibawah jembatan gantung penghubung kampung timbulun dan kampung salo gunuang dan lubuak batu.

Kakak korban Pino (23) yang saat korban hilang juga berada di lokasi kejadian mengatakan, korban hilang secara tiba-tiba saat mandi bersama 2 orang temannya.

“Kami tidak melihat, tiba-tiba temannya kehilangan korban dan menanyakan kepada saya kalau korban sudah tidak ada,” ucapnya pada Covesia.com di lokasi kejadian.

Kemudian katanya, setelah diketahui hilang, ia bersama satu masyarakat lain berusaha menyelam disekitar sungai tempat korban mandi-mandi.

Namun, upaya usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil.

(ind)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password