Pasca Harimau Mangsa Hewan Ternak di Agam, BKSDA Pasang Dua Perangkap

Tampak BKSDA sedang melakukan pemasangan perangkap dengan umpan seekor anak Kambing (Foto: dok.bksda)

Covesia.com – Antisipasi konflik satwa buas dan manusia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, memasang dua unit perangkap harimau di Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (18/4/2021) malam.

Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, hasil identifikasi lapangan dan monitoring yang dilakukan pasca dilaporkannya Penyerangan satwa jenis Harimau Sumatra beberapa hari sebelumnya, tim dari BKSDA memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit perangkap dan menjadikan anak kambing sebagai umpan.

“Sejak penanganan hari pertama, kami menginap di lokasi melakukan penanggulangan sesuai Standar Operasi Prosedur, jadi malam ini diputuskan untuk memasang  perangkap dan dilakukan pemantauan sampai tujuh hari ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dua ekor kerbau milik warga di Cubadak Lilin dan Sari Bulan, dilaporkan mendapat luka serangan yang diduga kuat merupakan bekas terkaman harimau sumatra, satu ekor diantaranya dilaporkan mati.

Kasus serangan hewan buas ini terjadi pada Kamis (15/4/2021). Untuk kerbau yang mati merupakan milik Datuak Bagindo (50) warga Jorong Sari Bulan, sedangkan kerbau luka milik Rajo Bentan (50) warga Jorong Cubadak Lilin.

Sebelumnya kasus yang sama juga pernah dilaporkan terjadi di daerah setempat pada maret 2021 lalu yaitunya serangan hewan jenis yang sama kepada 4 ekor kerbau.

Menanggapi informasi dari masyarakat tersebut, pihaknya melakukan identifikasi dan monitoring di lapangan dan diteruskan dengan pemasangan 2 unit perangkap.

Guna mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa, BKSDA Resor Agam menghimbau masyarakat untuk tidak melepasliarkan kerbau di kebun dan mengandangkannya di sekitar pemukiman.

Selain itu BKSDA juga berharap kepada warga sekitar untuk tidak pergi dulu ke hutan sementara waktu hingga situasi aman kembali. “Kami akan memantau apakah harimau tersebut masih berada di sekitar perkebunan atau sudah kembali ke habitat. Untuk sementara waktu kita minta masyarakat waspada,” tutupnya.

(jhn)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password