Gubernur: 30 Persen Warga Sumbar Mampu Sekolahkan Anaknya di Sekolah Swasta

Gubernur 30 Persen Warga Sumbar Mampu Sekolahkan Anaknya di Sekolah Swasta

Covesia.com - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memprediksi ada sekitar 30 persen masyarakat Sumbar yang mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. 
"Cara untuk sekolah swasta menarik perhatian dari keluarga mampu ini adalah dengan memiliki keunggulan secara kualitas dan jaminan bahwa lulusannya nanti bisa lebih baik daripada tamatan sekolah negeri," ungkap Mahyeldi saat menghadiri Lokakarya dan Rapat Kerja SDIT Ma'arif Padang Panjang, Selasa (6/7/2021). 


Lebih lanjut kata Mahyeldi  ke depan sekolah swasta targetnya bukan lagi orang tidak mampu, tetapi orang yang mampu secara ekonomi dan memiliki perhatian yang lebih bagi pendidikan anak-anaknya. 
"Jaminan yang bisa diberikan itu misalnya setamat sekolah siswanya memiliki hafalan Al Quran sekian juzz, atau dijamin bacaan sholatnya bagus,"jelasnya. 


Mahyeldi mengatakan sekolah swasta memiliki potensi yang sangat besar untuk memiliki kualitas lebih baik dari sekolah pemerintah. Hal itu karena sekolah swasta bisa mengumpulkan uang lebih banyak berdasarkan kesepakatan bersama orang tua siswa.


Ia meyakini tingginya biaya pendidikan di sekolah swasta akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang diberikan. 
"Hal inilah yang harus diambil peluangnya oleh sekolah-sekolah swasta," ujarnya.


Sebelumnya ada konsep sekolah swasta untuk siswa yang kurang mampu. Secara konsep sangat baik. Namun ternyata pada akhirnya sekolah-sekolah tersebut tetap bergantung kepada pemerintah.


Sementara untuk siswa kurang mampu, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak.
Selain keunggulan dari segi kualitas Mahyeldi juga meminta pihak yayasan sekolah swasta untuk memikirkan jaminan hidup bagi guru-guru yang mengajar.


Berdasarkan pengalamannya di dunia pendidikan, perasaan guru dan kenyamanan sangat penting untuk menjaga kualitasnya saat mengajar.


"Kepastian dalam pendapatan akan memberikan rasa nyaman bagi guru-guru dan mereka bisa full dalam memberikan pembelajaran sehingga kualitas anak-anak yang lulus dari sekolah tersebut pun bisa terjamin," jelasnya. 


Lebih jauh dia mengatakan setiap tahun harus ada evaluasi dari pembelajaran di sekolah yang dijadikan dasar untuk perbaikan kualitas pada tahun berikutnya. 

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga