Yuk, Rasakan “Ngabuburit” Naik Kereta Api Minangkabau Ekspres di Padang

Tampak suasana penumpang di salah satu gerbong Kereta Api Minangkabau Ekspres, Jumat (23/4/2021)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com – Jika bosan dengan kegiatan menghabiskan waktu sore jelang berbuka puasa atau “ngabuburit” yang itu-itu saja, maka ngabuburit dengan menaiki Kereta Api (KA) menjadi salah satu alternatif baru yang bisa dicoba sambil menunggu waktu berbuka puasa di Kota Padang Sumatera Barat.

Pada bulan Ramadan 1442 H/2021 ini, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat (Sumbar), menawarkan kepada masyarakat untuk ngabuburit dengan melakukan perjalanan menggunakan KA, mulai dari Stasiun Pulau Aie menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Cukup bayar Rp 10 ribu, penumpang bisa merasakan bagaimana sensani naik KA sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat (Sumbar), Ujang Rusen Permana mengatakan, ide ngabuburit di atas KA berawal dari masih banyaknya sebagian masyarakat yang beraktivitas sore atau ngabuburit di sepanjang perlintasan KA.

“Kondisi itu tentunya sangat membahayakan mereka apalagi KA sewaktu-waktu bisa saja melintas ketika mereka sedang melakukan aktivitas ngabuburit di perlintasan KA. Sesuai aturan sendiri, KAI melarang segala bentuk aktivitas yang dilakukan di atas maupun sekitar perlintasan KA,”sebut Rusen, kepada Covesia.com, Sabtu (24/4/2021).

Sebagaimana diketahui, larangan beraktivitas di perlintasan KA diatur dalam pasal 181 Undang-undang (UU) 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

“Aktivitas itu dilarang sesuai pasal 181 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Jadi masyarakat dilarang untuk berkegiatan di jalur kereta api seperti bermain atau hanya sekedar duduk-duduk menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka. Hal tersebut sangat berbahaya untuk keselamatan,” ungkap Rusen.

“Jadi daripada melakukan aktivitas yang tidak jelas, maka menikmati keindahan sore Ramadan, lebih baik melaksanakan perjalanan menggunakan KA,” kata dia.

Rusen menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin merasakan ngabuburit dengan KA, mereka bisa memesan tiket melalui aplikasi KAI Access yang bisa diunduh di Playstore. Ada pun untuk pembelian tiket kereta api di stasiun hanya dilayani 3 jam sebelum keberangkatan.

“Masyarakat bisa memesan tiket di aplikasi KAI Access untuk jangka waktu 7 hari sebelum keberangkatan. Mari kita taati peraturan yang sudah ditetapkan seperti aturan tentang larangan beraktifitas di jalur kereta, atau pun aturan yang ditetapkan saat melaksanakan perjalanan dengan kereta api,” pungkasnya.

Rusen menambahkan, meskipun bisa melakukan aktivitas ngabuburit di dalam KA, penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 tetap dilaksanakan dengan ketat kepada seluruh penumpang KA. Penerapan Prokes Covid-19 meliputi mewajibkan penggunaan masker kepada penumpang dan menjaga jarak.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password