Kasus Covid-19 Meningkat di Pariaman, Sosialisasi Pemakaian Masker Digencarkan Kembali

Sosialisasi pemakain masker di kawasan Pasar Rakyat Pariaman, Selasa (27/4/2021)(Foto: dok.humas)

Covesia.com – Saat ini Covid-19 masih mewabah di Indonesia khususnya di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menindak lanjuti hal tersebut tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 daerah tersebut, kembali melakukan sosialisasi dan pembagian masker kepada pengunjung dan pedagang di Pasar Rakyat Kota Pariaman.

“Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang masih mewabah,” sebut Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Elfis Chandra pada Selasa (27/4/2021) usai pembagian masker. 

Lanjut Elfis yang juga Koordinator Bidang Pendispilinan Penegakkan Hukum, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman, kegiatan pembagian masker itu dilakukan oleh Bidang Pendispilinan Penegakkan Hukum Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman.

“Wabah Covid-19 semakin marak, khususnya di Provinsi Sumbar, dan Kota Pariaman. Hal ini dibuktikan dengan angka positif Covid-19 yang cukup signifikan melonjak setiap harinya,” ungkapnya. 

Jadi, mencegah terjadinya hal yang lebih parah lagi, maka Tim Satga Covid-19 Pemkot Pariaman langsung kelapangan untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa Covid-19 masih ada di sekitar.

“Setelah melakukan sosialisasi dan pembagian masker, tahap selanjutnya pada hari keempat akan kami lakukan adalah monitoring, pengawasan, penertiban dan tahap akhir penindakan,” jelasnya.

Dikatakan Elfis, dalam penindakan akan dilibatkan pihak kepolisian dan TNI. Sedangkan untuk sosialisasi akan dilakukan pada tiga titik keramaian yaitu, Pasar Rakyat Kota Paiaman, Balai Kurai Taji dan lokasi wisata. 

Ini sesuai dengan aturan Tim Gugus Tugas Covid – 19 Kota Pariaman yang terrtuang pada Peraturan Daerah No.6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru dan Peraturan Walikota No. 48 Tahun 2020 tentang pentujuk teknis Perda No 6 Tahun 2020.

Elfis mengatakan, Kota Pariaman saat ini sedang berada pada zona orange, jadi untuk kembali menjadikan Kota Pariaman pada zona kuning atau bahkan zona hijau, tidak cukup dari sisi pemerintahan saja, melainkan kerjasama antara pemerintah, stakeholder, masyarakat dan pengunjung sehingga dengan sama-sama mematuhi protokol kesehatan, bisa mencegah Covid-19.

Apabila Kota Pariaman kembali pada zona merah, secara tidak langsung semua akan dibatasi. Mulai dari akses masuk ke Kota Pariaman, proses jual beli sampai tidak boleh melakukan kegiatan apapun. Ini akan berdampak buruk pada pereekonimian masyarakat Kota Pariaman.

“Untuk menghindari hal itu, mari sama-sama mencegah Covid-19 dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password