Dikenakan Denda Rp100 Ribu, Warga Keberatan Atas Sanksi Prokes di Bukittinggi

Razia yustisi prokes Covid-19 yang dilakukan tim gabungan di Bukittinggi, Selasa (4/5/2021)(Foto: Covesia/ Istimewa)

Covesia.com – Tim operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 kota Bukittinggi, Sumbar, tengah gencarnya melakukan razia di setiap sudut kota di Bukittinggi.

Hal demikian dilakukan karena masih banyaknya warga yang lengah atas penggunaan masker di keramaian dan ditambah dengan jumlah kasus Covid-19 di Sumbar kembali naik.

Dalam sejumlah razia yang dilakukan tim prokes yang terdiri dari Polri, TNI dan Satpol PP banyak warga yang terjaring razia, tidak hanya warga Bukittinggi saja warga luar Bukittinggi juga ikut terjaring razia yustisi tersebut.

Setiap pelanggar tim yustisi memberikan sanksi kepada pelanggar dengan membayar denda berupa uang sebesar Rp100 ribu. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelakunya.

Menyikapi hal demikian, banyak keluhan dari masyarakat yang tidak setuju akan sanksi denda yang diberlakukan pemerintah kota Bukittinggi.

“Kami sebagai masyarakat keberatan akan sanksi denda itu. Apalagi dengan ekonomi saat ini tentunya membebani warga apalagi jika yang terjaring razia warga dengan ekonomi rendah,” kata pemerhati Kota Bukittinggi, Rinaldi, Selasa (4/5/2021).

Ia menyarankan agar sebaiknya pemerintah dan aparat keamanan memberikan hukuman efek jera saja seperti sangsi sosial meskipun pemerintah sudah mensosialisasi tentang imbauan protokol kesehatan.

“Terkait sanksi denda berupa uang ini, belum ada sosialisasi dari pemerintah. Apalagi seiring waktu wabah pandemi juga mengalami pasang surut jumlah pasien, sehingga warga tidak selalu tau informasi tentang Covid-19,” terangnya.

Meski menolak sanksi denda, Rinaldi yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Ritail Indonesia (Aprindo) Bukittinggi menyatakan tetap mendukung Protokol Kesehatan harus tetap diterapkan dalam aktivitas sehari hari.

Sebelumnya, sebanyak 18 orang warga terjaring razia Tim Operasi Yustisi di salah satu “Pasar Pabukoan” di kawasan Belakang Balok Kota Bukittinggi, Senin (3/5/2021) sore.

“Razia dan denda sebesar Rp100 ribu diberikan kepada pelanggar sesuai peraturan daerah nomor enam tahun 2020,” kata kabag Ops Polres Bukittinggi, Kompol Suyatno.

Pihaknya akan terus melakukan razia yustisi prokes Covid-19 dengan tujuan agar masyarakat patuh tentang protokol kesehatan.

(debi)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password