Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polres Pessel Terjunkan 170 Personel

Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Sri Wibowo (Foto: Indra Yen/Covesia)

Covesia.com – Polres Pesisir Selatan (Pessel) terjunkan sebanyak 170 personel dalam mengantisipasi pemyebaran Covid-19.

Dari 170 personel tersebut, 20 orang diantanra diperbantukan dari ke Bromob Polda Sumbar yang tergabung dalam operasi Ketupat 2021.

Dalam pengamanan operasi ketupat 2021 di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Kapolres setempat turunkan 150 orang personil dan dibantu oleh Brimob dari Polda Sumbar.

Seperti diketahui, operasi ketupat 2021 dimulai sejak hari ini 6 Mai sampai 17 Mei, dan sebanyak 150 orang personil yang diturunkan oleh Kapolres Pessel, dibantu oleh Brimob Polda sebanyak 20 orang personil.

“Jumlah tersebut ditugaskan dalam pengamanan operasi ketupat 2021, dan mereka di tempatkan di masing-masing titik pos penjagaan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo pada Covesia.com, Kamis (6/5/2021).

Ia menerangkan, titik pos penjagaan atau pos sekat, dibagi menjadi dua diantaranya, pos sekat Kabupaten dan pos sekat antar provinsi.

Dimana, pos sekat tersebut berada di beberapa titik tertentu seperti, Sungai Pinang – Mandeh, Carocok Painan dan Pasir Putih Kambang, untuk sekat Kabupaten.

“Sementara, untuk pos sekat antar provinsi berada di perbatasan Tapan Pessel-Kerinci Sungai Penuh dan Silaut Pessel-Muko-Muko (Bengkulu),” terangnya.

Kemudian tambahnya, untuk 20 orang personil Brimob bantuan dari Polda Sumbar, mereka akan ditempatkan di pos sekat antar provinsi, yang berada di perbatasan Tapan Pessel-Kerinci Sungai Penuh dan Silaut Pessel-Muko-Muko (Bengkulu).

“Hari ini anggota Brimob dari Polda sudah berada di beberapa titik pos penjagaan, dan mereka bertugas selama 12 hari kedepan, “ujarnya.

Selain dari tim kepolisian kata Kapolres, pos penjagaan juga terdiri dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta petugas medis.

“Jadwal personil sudah kita atur dan tidak ada kekosongan di setiap titik pos yang kita dirikan,” tegasnya.

Lanjutnya, kendati demikian, ia berharap bagi masyarakat dan perantau untuk tidak mudik dahulu. Agar tidak menimbulkan klaster baru Covid – 19 di Pesisir Selatan.

“Demi mencegah penularan Covid-19 kita akan bertindak tegas terhadap pelaku perjalanan atau pemudik. Terutama, untuk kendaraan antar provinsi. Kecuali ada hal lain yang dapat dipertimbangkan sesuai prosedur dan aturan yang ada,”tutupnya.

(ind)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password