Alumni Belanda di Sumbar Sebut Pembangunan Daerah Perlu Adanya Kolaborasi Keilmuan Antar Alumni 

FGD Nuffic Neso Indonesia dan jaringan alumni Belanda di Sumatera Barat

Covesia.com – Alumni Belanda Sumatera Barat yang tergabung dalam Nuffic Neso Indonesia dan jaringan alumni Belanda di Sumatera Barat menyebutkan perlu adanya kolaborasi antar alumni untuk pembangunan daerah ke depan.

Hal demikian disampaikan para alumni Nuffic Neso Indonesia dalam Forum Group Discussion (FGD) baru-baru ini.

“Lewat FGD diharapkan bisa menghasilkan usulan dan rekomendasi yang maslahat dan bermanfaat bagi kemajuan pembangunan, khususnya bagi provinsi Sumatera Barat, dan umumnya bagi bangsa Indonesia,” kata Inty Dienasari, perwakilan Nuffic Neso Indonesia yang menjabat sebagai koordinator bidang Education promotion.

FGD itu juga menghadirkan enam alumni Belanda asal Sumatera Barat dari beragam disiplin keilmuan. Diantaranya Dr. Berlian Idriansyah Idris (Bidang Kesehatan), Herry Hernawan, M.Sc (bidang ekonomi dan keuangan), Dian Permatati (Bidang Teknik sipil), Dhaniel Ilyas, M.Sc (Bidang ekonometrik), Wiby Agung Nugroho (bidang financial controller dan logistik), serta H. Novrial, SE, MA, Ak (bidang pariwisata). 

Keenam alumni yang hadir di forum FGD ini memantik dan memfasilitasi enam isu strategis seputar upaya pembangunan Sumatera Barat.

“FGD ini diharapkan bisa menjadi salah satu masukan konstruktif bagi pengambil keputusan di Sumatera Barat agar tujuan pembangunan daerah bisa dilakukan secara berkesinambungan, tepat waktu dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Sumbar, Dr. (cand) Ir. Audy Joinaldy yang juga merupakan alumnus kampus Wageningen University, Belanda, menyampaikan tujuh visi utama wilayah Sumbar meliputi upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berakhlakul mulia, sehat, berpengetahuan, terampil, dan berdaya saing. 

“Meningkatkan tata kehidupan sosial kemasyarakatan berdasarkan ABS-SB dan meningkatkan nilai tambah dan produktifitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” papar Audy.

Ia menambahkan diperlukan usaha peningkatan perdagangan dan industri kecil dan menengah serta ekonomi berbasis digital serta ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan. 

“Sekaligus meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel serta berkualitas,” tuturnya.

(deb)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password