Pantau Persiapan PPDB Online, Ombudsman Ingatkan Website jangan Sampai Down atau Diretas

Dinas Pendidikan Sumbar di jalan Sudirman, Kota Padang (Foto: dok.covesia)

Covesia.com – Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka persiapan pelaksanaan PPDB di Sumatera Barat tahun 2021. Pelaksanaan PPDB tahun 2021 melibatkan 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Komunikasi dan Informasi, dan Dinas Sosial.

Yefri Heriani selaku Kepala Perwakilan Ombudsman menyampaikan sesuai edaran Ketua Ombudsman Nomor: 19 Tahun 2021, Ombudsman Sumbar telah membentuk Tim Pengawas PPDB Tahun 2021. Ombudsman RI sebagai pengawas pelayanan publik perlu menjalankan fungsinya guna memastikan pelayanan publik sektor pendidikan sebagai salah satu hak dasar masyarakat dapat dilaksanakan dan diterima dengan baik.

“Pelaksanaan pengawasan pelayanan publik sektor pendidikan tahun 2021 di masa pandemi Covid-19 ini terhitung sejak tanggal 27 April 2021 sampai dengan 31 Juli 2021 dan dapat diperpanjang bilamana dianggap perlu,” ujar yefri, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (8/5/2021).

Yefri juga menambahkan, website jangan sampai down apalagi sampai dihack oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, persiapan dengan perencanaan matang, sudah ada manajeman resiko dalam pelaksanaan PPDB tahun ini dari dinas.

Cahyono selaku koordinator pengawas PPDB Ombudsman RI Sumbar menyampaikan pada tahapan pelaksanaan PPDB tahun 2021 dimulai dari menyusun Peraturan Gubernur yang akan menjadi dasar rujukan pelaksanaan PPDB 2021, Peraturan tersebut telah selesai disusun dan saat ini masih dalam proses verifikasi di Kementrian Dalam Negeri.

“Tahapan Uji coba sistem PPDB sudah dilakukan, dan situs PPDB telah diakses oleh 37.000 peserta, namun tahap uji coba tersebut tidak kemudian menjadi hasil dari PPDB 2021, akan tetapi hanya sebagai data pembanding dan selanjutnya peserta yang telah mengikuti simulasi akan melakukan pendaftaran PPDB secara resmi,” ungkap Cahyono.

Setelah dilakukannya uji coba tersebut, kata Cahyono lagi, pelaksana akan melakukan evaluasi dengan memperhatikan hasil uji coba.

Lebih lanjut kata Cahyono, untuk daya tampung sekolah dalam pelaksaan PPDB tahun 2021 kurang lebih sebanyak 75.000 siswa. Dalam pelaksanaan PPDB 2021, tidak lagi menggunakan Surat Keterangan Domisili (SKD) untuk jalur zonasi.

“Untuk jalur zonasi hanya dapat dibuktikan dengan menggunakan Kartu Keluarga (KK) yang telah berumur 1 (satu) tahun. Adapun untuk siswa yang bertempat tinggal di wilayah yang beririsan satu sama lain, akan ada mekanisme tersendiri dalam penetapan zonasi,” tutup cahyono.

(rel)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password