Razia Prokes, Ratusan Orang Kembali Terjaring Tak Gunakan Masker di Padang

Tampak ratusan warga kota Padang yang terjaring dalam operasi Yustisi, Minggu dini hari (9/5/2021)(Foto: dok.humas)

Covesia.com – Sebanyak 125 orang warga kota Padang kembali terjaring dalam operasi Yustisi pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) yang di gelar oleh tim gabungan, Satpol PP bersama Polresta Padang dan TNI pada Sabtu hingga Minggu dini hari (9/5/2021).

Mereka yang terjaring tersebut karena didapati tidak menerapkan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. Padahal dalam Perda Kota Padang Nomor 1 tahun 2021 telah di atur Tentang perubahan Prilaku yaitu Adabtasi Kebiasaan Baru (AKB) dimasa pandemi Covid-19. Bahwa diwajibkan setiap orang disiplin untuk menerapkan 3 M, memakai masker, mengatur jarak, dan sering sering mencuci tangan.

Kepala Satpol PP, Alfiadi mengatakan, langkah tegas tersebut dilakukan untuk menekan angka penularan virus, karena diketahui dalam dua pekan terakhir ini di Padang positif Covid-19 meningkat drastis.

Kemudian dalam surat edaran Walikota juga mengatur, kepada setiap orang untuk bermasker dan kepada pelaku usaha cafe dan rumah makan diperbolehkan buka hanya sampai pukul 22.00.WIB.

“Jika setiap orang dan badan usaha di dapati melanggar, maka akan didenda serta disanksi sesuai Perda Nomor 1 tahun 2021,” tegas Alfiadi.

Lebih lanjut lata Alfiadi, dalam operasi yustisi yang digelar pada Sabtu malam tersebut, kembali petugas gabungan mendapati sejumlah tempat kuliner malam dan sarana hiburan lainya didapati banyak pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan, langkah tegas petugas terpaksa mereka harus diangkut ke kantor Polresta Padang untuk dilakukan tes Rapit antigen serta diinput ke dalam aplikasi Sistim Pelanggaran Perda (Sipelada).

“Dalam operasi yustisi hari ini kurang lebih 125 orang pelanggar yang terjaring dan langsung dilakukan sanksi denda admistrasi,” ucap Alfiadi .

Sesuai aturan bahwa khusus pelanggar masker terjaring petugas maka akan didenda Rp100.000.

“Dan bila terjaring lagi orang yang sama, karena kita memanfaatkan aplikasi Sipelada , maka denda lebih berat dengan sanksi Rp250 ribu atau kurungan dua hari,” ungkapnya.

Terkait dengan operasi yang di gelar oleh Tim gabungan, Kasat Pol PP mehimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap terapkan perubahan Prilaku di masa pandemi ini, dan minta kepada semuanya menerapkan Protokol kesehatan guna mencegah dan memutus penularan Covid-19 di Kota Padang.
“Mari bersama-sama dan tolong bantu pemerintah untuk memutus penularan dengan disiplin dan penuh kesadaran masyarakat untuk menerapkan Protokol kesehatan,” kata dia.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password