Gubernur Sumbar: Tak Ada Larangan Mobilitas Masyarakat Antar Kabupaten/kota di Sumbar

Covesia.com – Tak ada larangan mobilitas masyarakat antar Kabupaten kota di Sumatera Barat. Hal tersebut sesuai dengan SurAt Edaran yang dikeluarkan Gubernur Sumbar Mahyeldi.

“Masyarakat pelaku perjalanan, baik perorangan ataupun bersama-sama dari suatu kabupaten/kota di Sumatera Barat, dapat melakukan perjalanan lintas kabupaten/kota di dalam propinsi Sumatera Barat, dengan catatan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, “ungkap Gubernur di Surat Edaran yang bernomor 08/Ed/GSB-2021 tertanggal (8/5/2021).

Adapun persyaratannya adalah bahwa kapasitas jumlah penumpang kendaraan dari daerah zona merah dan oranye hanya boleh paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat duduk. Dari daerah zona kuning dapat mengisi paling banyak 70 persen dan dari daerah hijau dapat mengisi tempat duduk sesuai kapasitas yang ada.

Kemudian pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan berbagai upaya dan tindakan yang dianggap perlu dn penting yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Gubernur menghimbau kepada Bupati dan Walikota agar dapat selalu berkoordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Kota untuk mengambil keputusan yang dianggap penting dan perlu dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kemudian melakukan sosialisasi secara intens dan masif terhadap ketentuan pada surat edaran yang secara luas dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi dan media,”jelasnya.

Tak hanya itu, Mahyeldi juga mengatakan agar pemerintahan kabupaten dan melibatkan seluruh potensi institusi informal masyarakat, seperti niniak milenial, pimpinan perusahaan dan atau tokoh lainnya yang memiliki pengaruh/influencer untuk berperan aktif dan berpartisipasi rantai penyebaran covid-19 dalam memutus mata rantai covid-19.

Hal yang penting juga adalah optimalisasi dan ikut mengawasi fungsi Posko Pengamanan Terpadu pada Pelabuhan Laut, Bandar Udara serta Terminal yang menjadi pintu keluar masuk dari dan ke wilayah kabupaten/kota masing-masing, serta mengoptimalkan Posko Covid-19 Kecamatan, Nagari/Desa/Kelurahan sampai ke tingkat RW/RT.

Terakhir Gubernur juga meminta Satgas covid-19 kabupaten/kota meningkatkan berbagai upaya yang dianggap perlu dan penting, serta berinovasi berbasiskan kearifan lokal untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 di daerahnya.

(lia)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password