Pengawasan Selama Ramadan, BBPOM di Padang Temukan Dua Bahan Berbahaya dan Sarana Ritel yang Tak Sesuai Kriteria

Kepala BBPOM di Padang, Firdaus Umar, saat melihatkan pangan yang mengandung Rodhamin B pada cendol Delima mentah dan produk permen yang tanpa izin edar, Senin (10/5/2021)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang dan tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dan kepolisian dari Polda Sumbar, melakukan pengawasan terhadap pangan selama bulan Ramadan sampai beberapa hari jelang lebaran Idul Fitri 1442 H/2021, dan menemukan sebanyak 2 pangan takjil yang positif mengandung zat berbahaya Rhodamin B dan 9 sarana ritel atau penjualan yang tidak memenuhi kriteria.

Untuk pemeriksaan sampai keseluruhan selama bulan Ramadhan, BBPOM di Padang dan tim gabungan melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel pangan sebanyak 86 sampel yang diambil dari sejumlah tempat penjualan makanan dan pasar pabukoan.

“Dari 86 sampel yang diperiksa itu, sebanyak 2 sampel atau 2,32 persen positif mengandung zat Rhodamin B atau pewarna yang dilarang. Selain itu, BBPOM di Padang dan tim gabungan selama dalam pemeriksaan tidak menemukan bahan berbahaya lainnya seperti boraks,” ungkap Kepala BBPOM di Padang, Firdaus Umar, Senin (10/5/2021)

Firdaus mengatakan, 2 pangan yang positif mengandung zat Rhodamin B tersebut didapatkan awalnya dari hasil pemeriksaan cepat yang dilakukan oleh petugas ketika inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Bandar Buat. Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium BBPOM, didapatkan hasil 2 pangan tersebut positif mengandung Rhodamin B.

“Untuk 2 jenis pangan yang positif mengandung Rhodamin B tersebut adalah cendol delima dan delima mentah yang biasanya dimasak sebagai menu takjil atau berbuka puasa,” jelasnya.

Selain menemukan 2 pangan yang positif mengandung zat Rhodamin B, BPPOM di Padang dan tim gabungan juga melakukan pengawasan terhadap beberapa sarana ritel atau pusat perbelanjaan untuk melihat kondisi produk pangan yang dijual di tempat tersebut jelang lebaran Idul Fitri.

Firdaus mengungkapkan, dari awal bulan Ramadhan sampai minggu terakhir Ramadhan, pihaknya mendatangi sebanyak 63 sarana ritel dan gudang distributor yang terdiri dari 60 sarana ritel dan 3 gudang distributor. Dari pengawasan tersebut, ditemukan 54 sarana yang memenuhi kriteria dan 9 sarana yang tidak memenuhi kriteria.

“9 sarana yang tidak memenuhi kriteria tersebut berada di beberapa lokasi di Provinsi Sumbar yakni kota Padang, kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman,” ungkapnya.

Kemudian 9 sarana yang dikatakan tidak memenuhi kriteria tersebut adalah ditemukan di tempat tersebut produk pangan yang kedaluwarsa. Kemudian, produk pangan yang kemasannya rusak dan tidak memiliki izin edar. Untuk produk pangan yang kedaluwarsa, pihaknya menyita produk tersebut agar tidak dijual.

Firdaus mengimbau, kepada para pembeli untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk pangan. Salah satu caranya adalah bisa melalui melihat kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa (KLIK) sebelum membeli produk pangan tersebut.

“Lalu, bagi masyarakat yang menemukan permasalahan terhadap obat dan makanan agar dapat menghubungi layanan pengaduan konsumen BBPOM di Padang pada nomor 0751-705428 dan melalui aplikasi “Galamai” yang dapat diunduh di Playstore,” kata dia.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password