Cuaca Buruk, Pencarian 3 Perantau Sumbar yang Hanyut di Kapur IX 50 Kota Dihentikan

Tampak Tim SAR saat melakukan penyisiran di aliran Batang Kapur IX, Limapuluh Kota, Kamis (13/5/2021)(Foto: dok.basarnas)

Covesia.com – Petugas gabungan Basarnas menghentikan pencarian tiga orang perantau minang yang hanyut di Batang Kapur, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota di hari pertama, Kamis (13/5/2021) pukul 16.00 WIB. Penghentian ini dikarenakan cuaca yang mulai ekstrem di lokasi pencarian, ditambah lagi debit air sungai mulai meninggi.

“Hari pertama ini kami sudahi dulu pencarian korban yang hanyut di Batang Kapur ini pukul 16.00 WIB. Ini karena cuaca sudah tidak mendukung lagi. Pencarian hari ini nihil. Tidak ada satupun korban yang ditemukan,” kata Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra kepada Covesia.com, Kamis sore.

Namun selama seharian mencari korban hanyut, petugas menemukan sebuah tas. Setelah dikonfirmasi ke seluruh keluarga, ternyata tas tersebut bukan milik satu pun korban yang hanyut. 

“Ditemukan tas di aliran sungai. Isinya obat-obatan yang sudah kadaluarsa. Setelah dikonfirmasi ke seluruh pihak keluarga, ternyata bukan milik para korban,” katanya. 

Sebelumnya, empat perantau Minang dari Duri, Riau memilih jalur sungai untuk menghindari penyekatan masuk ke Sumbar, Rabu (12/5/2021) siang. Di tengah jalan, perahu yang ditumpangi tersebut terbalik. Tiga dari pemudik hanyut dan dinyatakan hilang. Sedangkan satu pemudik atas nama Rahman Rahim (21) berhasil selamat bersama dua orang pemilik perahu. 

Tiga Perantau hanyut tersebut adalah Novi Arismen (31) asal Aua Kuniang, Kota Payakumbuh, Fadil Irsandi (21) dan Rajid (30) asal Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Sampai berita ini diturunkan, cuaca di Muaro Paiti masih dilanda hujan lebat dan debit air sungai mulai naik.

(agg)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password