Kondisi Pelajar Pessel yang Dirawat usai Divaksin Mulai Membaik

Kondisi Pelajar Pessel yang Dirawat usai Divaksin Mulai Membaik

Covesia.com - Kondisi dua orang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat dirawat usai melaksanakan suntik vaksin pada Rabu (29/9/2021) kemarin mulai membaik.

Kepala Sekolah, SMKN 1 Sutera, Lili Suryati mengatakan, bahwa kedua siswanya yang sempat dirawat usai melaksanakan vaksinasi sudah membaik. Bahkan, sudah diperbolehkan pulang.

"Kondisinya mulai membaik, satu siswa yang dirawat di Puskesmas Surantih sudah diperbolehkan pulang. Namun, satu lagi yang di RSUD M. Zein Painan masih dirawat," ungkapnya pada Covesia.com, Kamis (30/9/2021).

Lili menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter yang menangani dua siswanya tersebut, secara medis apa yang dialami oleh mereka bukan semata-mata karena dampak vaksin.

Dimana, satu diantaranya seperti yang dirawat di Puskesmas itu disebabkan beban fikiran atau trauma karena melihat salah satu temannya dilarikan ke rumah sakit.

"Kejadiannya, yang satu orang dilarikan ke Puskesmas dia tiba-tiba pingsan usai melihat temannya sesak nafas dan pingsan di depan dirinya. Alhamdulillah, kini dia sudah diperbolehkan pulang dan kondisinya sudah sangat membaik," terangnya.

Sementara itu, untuk siswa yang kini msih dirawat di RSUD M.Zein Painan, ternyata berdasarkan hasil USG (Ultrasonografi) dari rumah sakit ia memiliki penyakit maag.

Sehingga, akibat memiliki penyakit maag yang dimilikinya membuat kondisi fisik dan imunitas fisiknya cenderung lemah, dan sebab itu membuat HB (Hemoglobin) rendah.

"Berdasarkan keterangan dokter. Memang, siswa ini masih butuh perawatan. Sebab, penyakit yang dimilikinya cukup parah dan selama ini tidak pernah ditangani secara medis. Dan kondisinya ini tidak ada kaitannya dengan suntik vaksin," kata Lili Suryati.

Ditambahkannya, untuk 2 orang lagi siswa yang kemarin juga sempat dibawa ke Puskesmas dan dibolehkan pulang pada hari itu juga. Kini perkembangan mereka juga baik-baik saja.

"Memang usai vaksin kondisi kita sedikit lemah karena reaksi vaksinnya. Berkemungkinan mereka yang tiga orang itu, disebabkan karena beban fikiran dan ada ketakutan dengan isu-isu vaksin berbahaya sehingga membuat daya tahan tubuh mereka lemah karena ada dorongan tersebut."

"Tetapi, kata dokter yang menangani mereka, memang tidak ada masalah dengan mereka. Baik itu dengan vaksinasinya maupun kondisi fisik mereka dan kini sudah aman dan normal kembali," ujarnya.

Lanjutnya, dengan ada peristiwa seperti ini ucap Lili Suryati, ia menghimbau dan mengajak seluruh siswa dan masyarakat untuk tidak termakan dengan isu-isu hoax terkait vaksinasi.

"Jadi tidak perlu cemas dengan suntik vaksin. Terutama, bagi kondisi kita yang normal tanpa ada penyakit, dan jangan mudah terpancing atau terpengaruh dengan isu hoax tentang bahaya vaksinasi," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan Covesia.com, sebanyak 4 orang siswa SMKN 1 Sutera harus mendapatkan perawatan medis usai dilakukannya suntik vaksin di sekolah tersebut.

Dimana, 4 orang pelajar yang dibawa ke Puskesmas tersebut diantaranya 3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki.

Kemudian, 2 orang diantaranya sudah diperbolehkan pulang, dan 2 orang lagi dirawat inap, 1 dirawat inap di RSUD M.Zein Painan dan 1 orang lagi di Puskesmas Sutera.

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga