- Advertisement -
HomeArchipellagoPuluhan Petani Ikan di Maninjau Tolak Penertiban Keramba Apung

Puluhan Petani Ikan di Maninjau Tolak Penertiban Keramba Apung

Covesia.com – Tolak penertiban Keramba Apung, Puluhan petani budidaya ikan Karamba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau Kabupaten Agam unjuk rasa di Kantor Camat Tanjung Raya, Senin (14/6/2021).

Aksi tersebut untuk menolak penertiban KJA yang rencananya akan dilaksanakan dalam upaya revitalisasi danau.

Sementara, di Kantor Camat Tanjung Raya sendiri sedang berlangsung sosialisasi terkait KJA Danau Maninjau yang diselenggarakan Balitbang Provinsi Sumbar.

Dalam unjuk rasa ini puluhan masyarakat ini juga membentangkan spanduk yang bertuliskan, “Selamatkan jiwa kami jangan bunuh usaha kami, Kami masyarakat Joron Rambai Nagari Koto Malintang menolak program pemerintah tentang pengurangan KJA di wilayah kami”.

“Kami menolak pengurangan KJA di Danau Maninjau dan Dengan keramba kami bisa ciptakan lapangan pekerjaan”.

Salah seorang petani Edi mengatakan, puluhan warga tersebut merupakan perwakilan sembilan nagari atau desa adat di Kecamatan Tanjung Raya yang menolak keras penertiban KJA yang nantinya akan berdampak kepada perekonomian masyarakat setempat

“Kami menolak pengurangan atau zonasi KJA di satu tempat, karena berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Dayat, saat ini sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencarian dengan budidaya ikan air tawar di Danau Maninjau.

“Saat ini Ada sekitar 17 ribuan petak keramba di Maninjau, sebagian besar warga kita hidupnya sebagian besar tergantung dari ini, kami meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali,” jelasnya.

(Jhn)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait