- Advertisement -
HomeArchipellagoTim Gabungan Lakukan Operasi Yustisi di Pessel, Sebanyak 118 Pelanggar Ditindak Tak...

Tim Gabungan Lakukan Operasi Yustisi di Pessel, Sebanyak 118 Pelanggar Ditindak Tak Patuhi Prokes

Covesia.com – Tim gabungan lakukan operasi yustisi dalam penegakan Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (14/6/2021), sebanyak 118 orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) ditindak.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dailipal mengatakan, operasi dilakukan hari ini yaitu di Pasar Baru, Kecamatan Bayang. Dimana, dalam operasi ini tim gabungan menindak sebanyak 118 orang pelanggar protokol kesehatan.

“Penindakkan kita lakukan bagi pengunjung dan pedagang pasar serta pengguna jalan yang tidak memakai masker,” ungkapnya pada Covesia.com

Selain pedagang dan pengunjung pasar kata Dailipal, tim gabungan juga menindak pengendara sepeda motor dan pengendara mobil.

“Kalau dirincikan mereka yang ditindak, sebanyak 27 orang pedagang di Pasar Baru, dan pengunjung pasar sebanyak 12 orang. Kemudian, pengendara sepeda motor 74 orang dan pengemudi dan penumpang mobil 5 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk pelanggar dikenakan sanksi sesuai Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor : 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

“Sanksinya kita beri sesuai perda berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum,” tambah Dailipal.

Sebelum diberikan sanksi berupa kerja sosial kepada pelanggar protokol kesehatan lanjutnya, tim gabungan melakukan pendataan dan pelanggar protokol kesehatan menandatangani dokumen bukti pelanggaran.

“Selama operasi Yustisi Penegakan Hukum Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor : 6 Tahun 2020 tersebut masih banyak dijumpai masyarakat yang tidak memakai masker ketika ke luar rumah,” ungkapnya.

Lanjutnya, menyampaikan, alasan masyarakat tidak memakai masker, karena kesulitan bernafas dan lupa membawa masker. Meski demikian kepada mereka tetap diberikan sanksi berupa kerja sosial.

Menurutnya, dalam hal ini perlu dilakukan edukasi terus menerus kepada masyarakat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sesuai protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid 19 yang hingga kini masih terjadi.

Diketahui, tim gabungan yang turun melakukan operasi Yustisi terdiri dari, anggota Satpol PP, Polres orang, Kodim, POM, Pos AL, Dishub, Bagian Humas dan Protokoler.

“Berdasarkan data Satgas Covid 19, selama tahun 2021 terdapat 213 orang pelanggar protokol kesehatan, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 1376 orang,”tutupnya.

Terpisah, salah seorang warga yang menerima sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan, menyampaikan, kedepannya dirinya akan mentaati protokol kesehatan.

“Besok-besok kalau ke luar rumah atau ke pasar saya akan pakai masker. Agar, tidak terjaring razia lagi,” kata Robi (29).

Kendati demikian, kata Robi, untuk mematuhi protokol kesehatan demi menghindari penyebaran Covid-19. Memang dibutuhkan kesadaran semua pihak.

“Selain dari pemerintah daerah dan tim kesehatan. Kesadaran kita masyarakat memang dibutuhkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dengan cara pertama yaitu mematuhi protokol kesehatan,” singkatnya.

(ind)

- Advertisement -


- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait