- Advertisement -
HomeArchipellagoPuluhan Warga Kota Padang Kembali Terjaring dalam Operasi Yustisi

Puluhan Warga Kota Padang Kembali Terjaring dalam Operasi Yustisi

Covesia.com – Operasi yustisi kembali digelar oleh Tim Gabungan Satpol PP dan pihak Polresta Padang, Kamis malam hingga Jumat dini hari(18/6/2021).

Dalam operasi tersebut Petugas menyasar sejumlah tempat yang masih ada kerumunan seperti resto dan tempat kuliner malam, kawasan By Pass, kawasan Gor H Agus Salim Padang, dan kawasan Jalan Veteran.

“Sesuai edaran Walikota kota Padang terkait penanganan Corona Virus bahwa semua tempat keramaian, seperti resto, rumah makan serta tempat kuliner harus tutup sebelum pukul 22.00 WIB, upaya ini dilakukan guna memutus penularan Covid-19 di Kota Padang,” ungkap Kasat Pol PP Kota Padang, Alfiadi, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat.

Dalam giat yustisi ini kata Afiadi, masih terdapat sebanyak 47 orang berhasil dijaring petugas dan satu pelaku usaha, kemudian mereka diangkut ke Polresta Padang guna diproses sesuai sanksi dan aturan yang berlaku pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang nomor 01 tahun 2021, terkait Adaptasi kebisaan Baru (AKB) proses penindakan dan penyanksian dilakukan mekanisme berdasarkan Perwako Nomor 29 tahun 2021.

“Sebagaimana telah diatur bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) untuk yang tidak memakai masker di denda 100 ribu rupiah sedangkan bagi pelaku usaha didenda sebesar 500 ribu. Selain itu data para pelanggar juga sudah direkap dalam sistem pelanggaran Perda (Sipelada),” tegas Alfiadi.

Oleh sebab itu, tambah Alfiadi sangat diperlukan kesadaran masyarakat untuk mematuhi Prokes di tengah Pandemi. Masing masing warga harus ada Prilaku perubahan. Sehingga hal tersebut dapat memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Padang.

“kita berharap tidak ada lagi masyarakat yang terjaring dalam setiap operasi yustisi ini, sebab hal ini menandakan masyarakat sudah melakukan perubahan prilaku serta kesadaran dalam mematuhi Prokotol Kesehatan di Masa Pandemi ini,” pungkasnya.

(*)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya