BerandaArchipellagoDiduga Cabuli Anak Tirinya, Seorang Guru Ngaji di Pesisir Selatan Diciduk Polisi

Diduga Cabuli Anak Tirinya, Seorang Guru Ngaji di Pesisir Selatan Diciduk Polisi

- Advertisement -

Covesia.com – Diduga cabuli anak tirinya berkali-kali, Tim Opsnal Reskrim Polres Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) ciduk GW (49) yang juga seorang guru ngaji di daerah itu, pada Selasa (13/7/2021).

Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Hendra Yose mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan laporan dari pihak keluarga korban ke Mapolres Pessel.

“Pelaku berhasil kita amankan di rumahnya yang berada di Kenagarian Kapujan, Kecamatan Batangkapas, sekitar pukul 09.00 WIB,” ungkapnya pada Covesia.com.

Penangkapan terhadap pelaku, tambah Hendra Yose, berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya, bahwa pelaku terbukti telah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap korban inisial SP yang masih di bawah umur.

“Dengan barang bukti yang cukup. Penangkapan dilakukan timnya langsung dari perintah penangkapan nomor: SP.KAP/44/VII/2021/RESKRIM tanggal 13 Juli 2021,” ujarnya.

Sebelum melapor, kata Hendra Yose, pihak keluarga menyampaikan menaruh kecurigaan ketika pihak keluarga menilai kondisi tubuh korban, tidak selayaknya anak seumuran dengan korban.

“Korban merupakan anak tirinya, dan perbuatan itu dilakukan berkali-kali sejak tahun 2015 lalu. Untuk memuaskan nafsu bejatnya, pelaku melakukannya di rumah nenek korban,” terang Kasat Reskrim.

Saat ini lanjutnya, pelaku telah dibawa ke Polres Pessel untuk dilakukan proses penyidikan perkara. Pelaku dijerat sesuai dengan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Perlindungan anak dan pasal 82, UU No 22 Tahun 2002 UU Perlindungan Anak.

“Dengan hukum pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta dan paling sedikit Rp60 juta,” tutupnya.

(ind)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -