BerandaArchipellagoTerkait Pembongkaran Perumdos, Rektor Unand Dilaporkan ke Polda Sumbar

Terkait Pembongkaran Perumdos, Rektor Unand Dilaporkan ke Polda Sumbar

- Advertisement -

Covesia.com – Terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam perkara pembongkaran perumahan dosen (perumdos), Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang Yuliandri dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu Setianto membenarkan adanya laporan tersebut.

Rektor Unand itu dilaporkan Zuldesni, yang juga dosen di jurusan Sosiologi kampus tersebut.

“Statusnya masih pengaduan. Saat ini kami masih mempelajarinya terlebih dahulu,” kata Satake, dikutip dari laman suarasumbar.id, jaringan covesia.com, Senin (2/8/2021).

Sementara itu, Zuldesni mengatakan, pembongkaran tersebut bermula dari keluarnya SK Rektor tentang penunjukan penghunian rumah negara pada 14 April 2021 saat bulan Ramadan lalu.

“Pembongkaran Perumdos dilakukan tanpa sosialisasi dan pengumuman sebelumnya. Terdapat 10 rumah, empat di antaranya telah dilakukan pembongkaran,” katanya.

Dalam SK itu, kata dia, disebutkan bahwa perumdos hanya dapat ditempati sampai 31 Mei 2021.

Sehingga waktu yang tersisa untuk mengosongkan rumah kurang lebih 1,5 bulan sejak SK keluar.

“Setelah dikonformasi kepada WR 2, bahwa lokasi itu akan dibangun Rusunawa. Tentu hal ini sangat mengejutkan karena tidak ada sosialisasi dan pengumuman sebelumnya,” ungkapnya.

Diketahui, laporan ini tertanggal 31 Juli 2021. Kemudian dalam STPLP, tertulis bahwa Yuliandri dilaporkan terkait penyalahgunaan wewenang tentang pencabutan penunjukan penghuni rumah negara di Komplek Unand Limau Manis.

Sumber: Suara.com

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -